Wednesday, 7 Zulhijjah 1435 / 01 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

PKL Tanah Abang Mengamuk

Tuesday, 23 July 2013, 12:48 WIB
Komentar : 1
Republika/Yasin Habibi
Pedagang Kaki Lima (PKL) memadati jalanan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pedagang Kaki Lima (PKL) memadati jalanan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan arus lalu lintas di Tanah Abang yang dilakukan Dinas Perhubungan membuat para pedagang kaki lima (PKL) tidak bisa beraktivitas. Hal tersebut membuat mereka naik pitam. 

Para pedagang memukul beton pembatas jalan yang dipasang Dishub. Mereka menyampaikan protes dengan berteriak-teriak. Salah satu pedagang bahkan menuduh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima uang dari pengelola Blok B Pusat Grosir Tanah Abang.

"Pasti dia terima duit, buktinya dia ngotot usir kita," ujar Manizar, pedagang celana jeans, dengan nada emosi. 

Dia meminta agar pemerintah memberikan kelonggaran pada pedagang untuk berjualan hingga lebaran nanti. Sebab, kata dia, pedagang butuh uang untuk kebutuhan Idul Fitri. "Kalau habis lebaran kami mau pindah, asal tempatnya dirapihin," ujarnya yang sudah berjualan di jalan selama 20 tahun ini. 

Pedagang lain, Khumiwa mengaku, sudah tidak bisa berdagang sejak dua bulan lalu. Tepatnya sejak Satpol PP terus melakukan pengawasan di jalan. Akibat hal itu, pedagang buah ini mengalami rugi besar. "Kasih lah kesempatan buat kita mudik," ujar perempuan asal Demak ini. 

Khumiwa berjanji, usai lebaran ia bersedia dipindah ke Pasar Blok G, dengan catatan tempat relokasi yang disiapkan oleh pemerintah tersebut layak digunakan.  

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Mansyur Faqih
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar