Sunday, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Tarif Baru Angkutan Umum di Jakarta

Thursday, 11 July 2013, 22:29 WIB
Komentar : 1
Republika/Prayogi
 Sejumlah angkutan umum menunggu para penumpang di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Sejumlah angkutan umum menunggu para penumpang di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengumumkan kenaikan tarif angkutan yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Kenaikan tarif tersebut baru diumumkan sekarang karena menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan sesuai dengan peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2013 tentang Tarif Angkutan Penumpang Dengan Mobil Bus Umum, kenaikan tarif sesuai dengan usulan yang diberikan Dinas Perhubungan kepada DPRD sebagai berikut:

Untuk angkutan kecil seperti angkot tarifnya menjadi Rp 3.000. Bus sedang seperti Kopaja dan Metromini, tarifnya Rp 3.000 untuk penumpang umum, dan Rp 1.000 untuk pelajar. Sementara untuk bus besar atau patas, tarifnya Rp 3.000 untuk penumpang umum dan Rp 1.000 untuk pelajar.

Untuk tarif angkutan nonekonomi, kata Pristoni, juga mengalami kenaikan sebagai berikut: bus sedang AC Rp 6.000, patas AC Rp 7.000, dan bus APTB (jarak 30 KM) Rp 8.000.

Gubernur, kata Pristono, juga telah mengirimkan surat pada DPU Taksi Organda mengenai tarif taksi. Dalam surat tersebut, tarif untuk taksi adalah: Flag Fall Rp 7.000, tarif untuk kilometer berikutnya Rp 3.600, dan biaya tunggu per jam Rp 42 ribu.

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Dewi Mardiani
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...

Berita Lainnya

25 Kantor Ekspedisi Akan Disegel Pemprov