Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pekerja Outsourcing Tuding Commuter Line Langgar Undang-Undang

Tuesday, 25 June 2013, 21:34 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Fatma
KRL Commuter Line Jabodetabek
KRL Commuter Line Jabodetabek

REPUBLIKA.CO.ID,SAWAH BESAR -- Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kereta Jabodetabek (SPKJ) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Jalan Ir Juanda, Jakarta Pusat. Mereka menuding PT KCJ telah melanggar Undang Undang Ketenagakerjaan. 

Pupu, koordinator massa mengatakan, memang benar jika PT KCJ mengklaim mereka tidak pernah melakukan kontrak dengan pegawai outsourcing secara perorangan. Melainkan melalui vendor atau perusahaan penyalur tenaga kerja.

Namun demikian, kata dia, PT KCJ. telah mempekerjakan 400 pegawai outsourcing di bagian loket yang berhubungan langsung dengan proses produksi.

Padahal, sambung Pupu, sesuai dengan Undang Undang, pegawai outsourcing hanya boleh ditempatkan di lima jenis pekerjaan, yaitu security, catering, pekerja di pertambangan, cleaning service, dan transportasi. 

"Kami menuntut hapuskan sistem kontrak dan angkat kami sebagai pegawai tetap," kata dia pada wartawan. 

Menurut Pupu, ada pegawai yang sudah bekerja selama belasan tahun namun statusnya masih menjadi pegawai outsorcing. Bahkan, kata dia, mereka kerap kali dipindah-pindah dari satu vendor ke vendor lain. Tergantung dengan vendor mana PT KCJ melakukan kontrak. 

Pupu menambahkan, 400 pegawai di bagian loket PT KCJ saat ini berada di bawah naungan vendor yang berbeda-beda. Dia menyebut, ada sekitar sepuluh vendor yang menaungi para pekerja. 

Menurutnya, banyak sekali ketidakadilan yang mereka dapatkan selama menjadi pegawai outsourcing. Dia mencontohkan, ada vendor yang memasang aturan potongan upah Rp 100 ribu per hari bagi setiap pegawai yang tidak masuk karena sakit.

Itupun harus dengan surat keterangan dokter, jika tidak potongan upahnya akan lebih besar.  Padahal, upah pegawai per hari tidak sampai Rp 100 ribu. 

"Ada teman kami di Stasiun Jatinegara yang sakit tapi tetap masuk kerja. Akhirnya dia pingsan di tempat kerja. Dua hari enggak masuk, begitu masuk sudah ada yang gantiin dia," paparnya yang menjadi petugas loket si Stasiun Bojong Gede ini. 

 

 

 

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...

Berita Lainnya

Kenaikan Tarif Sementara Angkot Bekasi 20 Persen

Telur Ayam di Depok Kini Rp 20 Ribu per Kg

Pegawai Mogok Kerja, Perjalanan Kereta Api Tetap Lancar