Selasa, 25 Juni 2013, 21:34 WIB

Pekerja Outsourcing Tuding Commuter Line Langgar Undang-Undang

Rep: Halimatus Sa'diyah / Red: A.Syalaby Ichsan
Republika/Agung Fatma
KRL Commuter Line Jabodetabek
KRL Commuter Line Jabodetabek

REPUBLIKA.CO.ID,SAWAH BESAR -- Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kereta Jabodetabek (SPKJ) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Jalan Ir Juanda, Jakarta Pusat. Mereka menuding PT KCJ telah melanggar Undang Undang Ketenagakerjaan. 

Pupu, koordinator massa mengatakan, memang benar jika PT KCJ mengklaim mereka tidak pernah melakukan kontrak dengan pegawai outsourcing secara perorangan. Melainkan melalui vendor atau perusahaan penyalur tenaga kerja.

Namun demikian, kata dia, PT KCJ. telah mempekerjakan 400 pegawai outsourcing di bagian loket yang berhubungan langsung dengan proses produksi.

Padahal, sambung Pupu, sesuai dengan Undang Undang, pegawai outsourcing hanya boleh ditempatkan di lima jenis pekerjaan, yaitu security, catering, pekerja di pertambangan, cleaning service, dan transportasi. 

"Kami menuntut hapuskan sistem kontrak dan angkat kami sebagai pegawai tetap," kata dia pada wartawan. 

Menurut Pupu, ada pegawai yang sudah bekerja selama belasan tahun namun statusnya masih menjadi pegawai outsorcing. Bahkan, kata dia, mereka kerap kali dipindah-pindah dari satu vendor ke vendor lain. Tergantung dengan vendor mana PT KCJ melakukan kontrak. 

Pupu menambahkan, 400 pegawai di bagian loket PT KCJ saat ini berada di bawah naungan vendor yang berbeda-beda. Dia menyebut, ada sekitar sepuluh vendor yang menaungi para pekerja. 

Menurutnya, banyak sekali ketidakadilan yang mereka dapatkan selama menjadi pegawai outsourcing. Dia mencontohkan, ada vendor yang memasang aturan potongan upah Rp 100 ribu per hari bagi setiap pegawai yang tidak masuk karena sakit.

Itupun harus dengan surat keterangan dokter, jika tidak potongan upahnya akan lebih besar.  Padahal, upah pegawai per hari tidak sampai Rp 100 ribu. 

"Ada teman kami di Stasiun Jatinegara yang sakit tapi tetap masuk kerja. Akhirnya dia pingsan di tempat kerja. Dua hari enggak masuk, begitu masuk sudah ada yang gantiin dia," paparnya yang menjadi petugas loket si Stasiun Bojong Gede ini.