Minggu, 30 Jumadil Akhir 1436 / 19 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Tarif Angkutan Umum Kota Bekasi Naik 35 Persen

Kamis, 20 Juni 2013, 11:16 WIB
Komentar : 1
Antara
Angkutan Umum
Angkutan Umum

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Tarif angkutan umum di Kota Bekasi dipastikan akan naik sebesar 35 persen menyusul pengurangan subsidi BBM. "Usulan kenaikan 35 persen ini apabila harga BBM naik berkisar Rp 1.000 sampai Rp 1.500," ungkap Ketua Organda Kota Bekasi, Indra Hermawan pada Republika Kamis (20/6).

Dia mengatakan, rencana menaikan tarif angkutan tersebut berdasarkan surat edaran dari DPP Organda. Perihal rencana tersebut, Indra menyebutkan, memberatkan bagi Organda Kota Bekasi khususnya.

"Sebenarnya sangat memberatkan, namun mau bagaimana lagi. Saat ini Organda akan mengupayakan untuk bekerja sama dengan Pemkot Bekasi guna pembentukan tim evaluasi kenaikan tarif angkutan ini," ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi mengadakan raker dengan unsur Muspida. Rapat tersebut membahas mengenai penyesuaian kenaikan tarif angkutan umum, kenaikan harga bahan pokok serta akan menghitung kembali dampak kenaikan BBM ini terhadap belanja modal.

"Hasil dari raker ini akan kita sampaikan ke pimpinan DPRD dan saya mengajak kepada semua undangan yang hadir untuk tetap menjaga kondisi keamanan yang selama ini telah tercipta dengan baik," ujar Walikota Bekasi Rahmat Effendi. 

Kepada TNI dan Polri ia meminta agar menempatkan petugas keamanan dalam melakukan pengawasan di setiap SPBU yang ada di Kota Bekasi jelang kepastian ditetapkannya kenaikan harga BBM.

Reporter : Irfan Abdurrahmat
Redaktur : Mansyur Faqih
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Eksekusi Mati TKI, DPD: Indonesia Kecolongan
JAKARTA -- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menilai Indonesia kecolongan dalam kasus eksekusi mati tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Sudi. Anggota DPD...

Berita Lainnya

Jakarta Ulang Tahun, Jokowi Ziarah Makam