Senin, 19 Ramadhan 1436 / 06 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Waduk Pluit, Jokowi: Kita Kejar-Kejaran dengan Waktu

Senin, 13 Mei 2013, 23:31 WIB
Komentar : 1
Republika/Yasin Habibi
 Joko Widodo
Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Normalisasi Waduk Pluit hingga saat ini masih berlangsung meski pun mendapat perlawanan dari warga. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, proses pengerukan Waduk Pluit tersebut harus sudah rampung dua tahun lagi. 

Dengan demikian, warga yang tinggal di bantaran waduk juga harus sudah pindah sebelum waktu yang ditargetkan. "Pengerukan harus jalan terus, kita kejar-kejaran dengan waktu," kata dia di Balai Kota, Senin (13/5).

Menurut Jokowi, pengerukan waduk harus dilakukan sekarang juga. Sebab, kata dia, Waduk Pluit menampung sebagian besar air hujan yang turun di wilayah Jakarta. Jika tidak dikeruk sedini mungkin, dikhawatirkan proyek ini akan terlupakan dan berpotensi menimbulkan banjir besar lagi di ibu kota. 

"Kita lupa sudah tidak ada hujan, nanti tahu-tahu hujan banjir lagi," tambah mantan wali kota Solo ini.

Mengenai warga yang belum direlokasi dari bantaran waduk, Jokowi mengatakan masih akan terus melakukan pendekatan. Dia menaksir, pendekatan tersebut tidak akan berjalan mudah. Sebab, jumlah warga yang akan direlokasi ada tujuh ribu KK dengan keinginan yang berbeda-beda.

"Ada yang minta pindah ke barat, ke selatan, ada yang minta disiapin tanah, semuanya dengan alasan yang berbeda-beda."

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Mansyur Faqih
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sutradara Berdarah Yahudi Garap Film Dokumenter Islam di AS
 WASHINGTON — Berbagai kegiatan Ramadan digelar oleh diaspora Indonesia di Washington DC dan sekitarnya. Baru-baru ini IMAAM Center memutar film dokumenter 'An American Mosque'...

Berita Lainnya

'Nasib' Wali Kota Tangerang Ditentukan Besok

Jokowi Akan Lantik Wali Kota Jaksel di Setu Babakan

Jumlah Bus Sekolah di Jakarta Akan Ditambah