Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Staf Setneg Berkantor di Lantai 2

Jumat, 22 Maret 2013, 11:05 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Warga menyaksikan kebakaran yang melanda lantai tiga Gedung Sekretariat Negara di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/3) sore.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Mensesneg, Lambok Nahattan mengatakan, para pegawai Setneg tetap bekerja sehari setelah kebakaran di gedungnya di lantai 3. Staf Setneg bekerja di lantai 2 di gedung yang sama.

Menurut Lambok, Mensesneg Sudi Silalahi juga tetap berkantor di lantai 2. Semua staf yang bekerja di lantai 2 tetap bekerja seperti biasanya. “Jangan ada yang bilang pegawai Setneg libur. Kami sekarang ini akan bekerja di lantai 2,” ujarnya, Jumat (22/3).

Dia juga menjelaskan bahwa pada saat kebakaran pada Kamis (21/3) pukul 16.50 WIB di lantai 3 ruangannya kosong. Asap pun mengarah ke bawah. Mencium bau asap yang terbakar, beberapa staf yang masih ada di lantai 1 lari ke atas dan mendobrak pintu. Karena asap sudah banyak, kata dia, diupayakan dengan alat pemadam yang tersedia di sekitar ruangan itu untuk mencegah api membesar.
 
Namun, karena kebakaran sudah berlangsung beberapa saat hingga api tidak mampu diatasi, meski staf sudah memaksimalkan alat pemadam itu. Karena itu, ia menyanggah peralatan pemadam di gedung Setneg tidak berfungsi. “Justru berfungsi. Karena api sudah besar, peralatan (pemadam kebakaran) mobile sudah tidak mampu,” ujar Lambok.
 
Setelah itu, pihaknya merespon dengan mengontak bantuan pemadam kebakaran (damkar). Setelah kedatangan mobil damkar dari Pemprov DKI Jakarta, satu jam berselang api berhasil dikendalikan. Saat ini, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
539 reads
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda