Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sambut Hari Air Sedunia, Ibu-Ibu Bersih-Bersih Ciliwung

Kamis, 21 Maret 2013, 20:58 WIB
Komentar : 0
Antara/Paramayuda
Sejumlah anak bermain di kali Ciliwung di kawasan bendung Katulampa, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka merayakan hari air sedunia yang diperingati setiap 22 Maret, sejumlah ibu-ibu rumah tangga bergotong royong membersihkan sampah di Kali Ciliwung.

Dengan menggunakan perahu karet, ibu-ibu ini juga menyusuri Kali Ciliwung yang melintasi wilayah Kelurahan Karet, Jakarta Pusat untuk membersihkan sampah di kali.

Para ibu yang tergabung dalam komunitas Ibu Bercahaya Unilever ini juga mengedukasi warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk bijak menggunakan air dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, penggunaan air yang paling banyak terdapat pada kegiatan rumah tangga seperti mencuci. 

"Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan target melakukan penghematan satu miliar liter air dalam setahun," ujar Risyantie Wulansari, koordinator 'Komunitas Ibu Bercahaya', di Jakarta, Kamis (21/3). 

Salah satu anggota 'Komunitas Ibu Bercahaya', Aan Rianawati mengatakan penghematan air dapat dilakukan mulai dari langkah sederhana, misalnya menggunakan air tampungan hujan untuk menyiram tanaman.

Menurut dia, bila ibu rumah tangga menggunakan air dengan cermat, maka setiap rumah bisa menghemat 50 liter air per hari. Manfaat lainnya yaitu biaya yang dikeluarkan untuk tarif listrik juga lebih sedikit. 

Firdaus Ali, Anggota Dewan Sumber Daya Air yang juga Ketua Indonesia Water Insitute mengatakan Pulau Jawa yang dihuni 65 persen penduduk Indonesia, hanya memiliki 4,5 persen total cadangan air nasional.

Kebutuhan air di Jakarta sendiri mecapai 550 juta meter kubik setiap tahunnya. Namun, dari kebutuhan sebesar itu, hanya 36 persen saja yang bisa dipenuhi otoritas penyedia air bersih.

"Ketidakseimbangan ini mendorong penyedotan air tanah dalam, akibatnya wilayah krisis air bersih meningkat dan penurunan tanah di wilayah Jakarta mencapai empat hingga 26 centimeter per tahun," ujar dia.

Karena itulah, upaya penghematan air menjadi demikian penting untuk menjaga ketersediaan air bersih. Selain itu, dengan bijak menggunakan air juga dapat mendorong terciptanya kelestarian dan kesehatan di lingkungan sekitar.

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Djibril Muhammad
555 reads
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Kebarakan Setneg, Jokowi Akan Lakukan Audit Gedung di DKI

Setneg Kebakaran, Polri Segera Selidiki Dugaan Sabotase

Ganjil-Genap Bisa Hemat 19,7 Persen Kuota ВВМ Subsidi