Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

DKP Depok Belum Berhasil Tuntaskan Sampah, Ini Kendalanya

Kamis, 21 Maret 2013, 15:13 WIB
Komentar : 0
Antara
Tempat Pembuangan Sampah

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok mengeklaim, tumpukan sampah yang terdapat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, tidak melebihi batas aman tinggi gunungan. Tetapi, di lain sisi DKP mengakui ada keterbatasan dalam menangani persoalan sampah di Kota Depok.

Kepala DKP Kota Depok, Sity Kunarisasi, mengatakan persoalan sampah sangat erat kaitannya dengan jumlah penduduk. Jumlah penduduk di Kota Depok, tiap tahun terus bertambah. ''Saat ini mungkin jumlahnya sudah 1,9 juta. Sementara, SDM (Sumber Daya Manusia) DKP tidak naik-naik,'' ujar Sity beberapa waktu lalu, di Depok.

Ia menerangkan, saat ini saja setiap satu jiwa di Kota Depok menghasilkan 2,65 liter sampah per harinya. Dari keseluruhan sampah yang dihasilkan penduduk Depok, sebanyak 38 persen sampahnya sudah diangkut DKP. ''Sedangkan sisanya (62 persen), kami bekerjasama dengan mitra ke tiga,'' ucap Sity. Jika masih terdapat sampah lagi yang tersisa, lanjutnya, maka akan ada sejumlah satuan tugas yang turun untuk mengangkut sampah. Hal ini pun, sifatnya hanya insidentil.

Terkait terbatasnya jumlah SDM yang dimiliki DKP ini pun, membuat pengawasan dan pemantauan kedisiplinan atas banyak berdirinya TPS-TPS swadaya di Depok juga tak terkendali. Banyak TPS tidak melapor pada DKP. ''Perlu tambah SDM atau peningkatan sistem pengangkutan sampahnya,'' ujarnya.

Sity menjelaskan, terkait sistem pengangkutan sampah saja, kapasitas kerja mesin yang dimiliki DKP per harinya ialah 30 meter kubik. Tentu kapasitas mesin belum sebanding dengan jumlah produksi sampah sehari di Depok. Oleh karena itu, pihaknya akan memperbaiki sistem pengelolaan sampah, baik di hilir dan hulunya.

Reporter : Alicia Saqina
Redaktur : Dewi Mardiani
513 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Lagi, Sakit Hati Jadi Penyebab Aksi Pembunuhan

Pasar Kramat Jati Akan Ditertibkan

Jembatan dan Persimpangan Kali Malang Akan Dilebarkan