Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi: Jakarta Kota Perdagangan, Bukan Industri

Kamis, 21 Maret 2013, 07:54 WIB
Komentar : 0
Adhi Wicaksono/Republika
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yakin kalau pengusaha akan mencari tempat investasi yang lebih menguntungkan. Meski pun tempat itu bukan Jakarta. Karena Ibu Kota akan difokuskan untuk kota jasa perdagangan. "Kalau di sebuah daerah dianggap UMP-nya sudah berat bagi penguasaha, mereka akan bergeser ke daerah yang masih murah di sisi pekerja, dunia usaha biasa seperti itu," ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Kamis (21/3).

Menurutnya, pemprov memiliki kewajiban untuk mencegah pergi setiap perusahaan yang hendak hengkang dari DKI Jakarta. Namun, kalau tidak bisa dicegah, maka tidak ada yang bisa dilakukan. Jokowi menampik adanya perusahaan asal Korea Selatan yang akan hengkang. Ia hanya mengatakan kalau ada sekitar 80 perusahaan yang mengajukan penangguhan UMP. "Artinya perusahaan yang berbasis padat karya memang kita berikan penangguhan," ujarnya. 

Ia pun meminta agar setiap orang mengerti arah Jakarta sebagai kota perdagangan, bukan kota industri. Karenanya, wajar jika tak ada iklim investasi di Jakarta. Ini lantaran jika investasi berbasis padat orang, maka beban untuk biaya tenaga kerja akan tinggi. Sehingga, ini akan memberatkan para pengusaha.

"Jakarta ini bukan mau dibuat sebuah kota industri, ini kota jasa perdagangan, jadi makronya kita harus mengerti semua," katanya.

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : Mansyur Faqih
3.512 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...