Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Permintaan Guruh Soekarno untuk Jokowi

Kamis, 21 Maret 2013, 02:07 WIB
Komentar : 0
ANTARA/Rosa Panggabean
Gubernur Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Untuk mewujudkan rencana pembangunan Museum Bung Karno, Guruh Soekarno Putra menemui Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Balaikota.

Dalam pertemuan itu, dibicarakan mengenai kelanjutan rencana pembangunan Museum Bung Karno yang telah digagas sejak era Presiden Soeharto.

Dikatakan Guruh, dirinya sengaja menemui Jokowi untuk membicarakan rencana pembangunan Museum Bung Karno. Awalnya, kata Guruh, lokasi Museum Bung Karno dipilih di Gedung Graha Pemuda yang saat ini menjadi kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.

"Ini kan wasiatnya Bung Karno, bahwa barang-barang peninggalannya tidak berikan kepada ahli waris tapi untuk rakyat Indonesia. Maka untuk itu harus dibuatkan museum, tapi pada era Orde Baru, wasiat Bung Karno ini tidak pernah dipedulikan," ujar Guruh, usai bertemu Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, seperti dilansir situs beritajakarta.com.

Untuk lokasi, kata Guruh, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk menentukannya. Ia pun mengaku, kedatangan dirinya menemui Jokowi untuk menanyakan berbagai hal termasuk izin dan pendanaan pembangunan Museum Bung Karno.

"Terserah mau ditempatkan di mana. Nanti kita sebut Persada Soekarno. Di dalamnya itu ada Museum Bung Karno, ada perpustakaan dan gedung arsip," katanya.

Selain itu, dibahas juga mengenai penempatan bendara pusaka merah putih yang seharusnya disimpan di Monumen Nasional (Monas). Namun hingga saat ini, bendera yang telah berusia 67 tahun itu masih berada di Istana Merdeka. "Ya, itu kan juga amanat Bung Karno, bahwa bendera pusaka merah putih itu nantinya akan ditempatkan di Monas. Tapi Bung Karno berpesan jangan dipindahkan kalau Monas belum selesai," ucapnya.

Redaktur : Endah Hapsari
3.793 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...