Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perajin Sepatu Sukaresmi Berharap Bantuan Pemda

Rabu, 20 Maret 2013, 18:00 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, TAMAN SARI -- Sejumlah perajin sepatu di Kampung Sukamulya, Desa Sukaresmi, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, berharap adanya bantuan penyertaan modal usaha. Selain modal, mereka juga berharap bantuan dari segi pemasaran.

Sai (39 tahun), perajin sepatu asal RT 04/ RW 008, Kampung Sukamulya, Desa Sukaresmi, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, mengungkapkan, selama ini tidak ada bantuan apapun dari pemerintah daerah. Baik itu penyertaan modal ataupun bantuan berupa pendistribusian barang hasil produksi industri rumahan tersebut.

"Tidak ada bantuan sama sekali. Sebenarnya enak kalau paling tidak ada bantuan. Kami bisa mengembangkan usaha kami," katanya kepada Republika di rumah sekaligus tempatnya memproduksi sepatu, Rabu (20/3).

Pada awal usahanya, Sai mengaku, berusaha sendiri untuk modalnya. Butuh sekitar Rp 2 juta untuk modal awalnya sebelum akhirnya bisa berkembang seperti sekarang. Saat ini, agar usahanya bisa terus berjalan, dia hanya berharap dari pesanan para distributor dari Pasar Anyar, Kota Bogor.

Dalam seminggu, Sai dibantu dua pegawainya bisa memproduksi 13 kodi sepatu dan sandal wanita dan itu langsung dikirim ke Pasar Anyar. "Kalau ada tambahan modal, mungkin produksinya bisa nambah lagi," kata pria yang sudah lima tahun menjadi perajin sepatu tersebut.

Selain itu, keadaan bertambah sulit buat Sai lantaran harga bahan baku, seperti lem dan bahan kain juga sudah mahal. Untuk lem ukuran satu blek, mencapai harga Rp 300 ribu.

Hal yang sama juga dikeluhkan Boni (43), tetangga Sai, yang juga berprofesi sebagai perajin sepatu. Tapi, berbeda dengan Sai yang memproduksi sepatu dan sandal wanita, Boni membuat sepatu anak-anak.

Boni menyatakan, hampir tidak pernah ada bantuan sama sekali dari pemerintah daerah. Semua usahanya benar-benar dia rintis sendiri. "Mungkin kalau buat saya, modal masih belum terlalu mendesak. Tapi, kasihan sama perajin yang lebih kecil," ujarnya.

Boni menambahkan, sebenarnya yang paling dibutuhkan pihaknya saat ini adalah soal pemasaran dan distribusi hasil produksi. Menurutnya, jangan hanya berharap di Pasar Anyar, tapi juga pemerintah daerah menyediakan tempat atau sentra baru grosir sepatu buatan mereka.

Terlebih saat ini, Pasar Anyar atau Pasar Kebon Kembang sedang dilakukan revitalisasi. Hal ini tentu saja menganggu distribusi dan pemasaran produk dari perajin sepatu. "Kan kalau ada tempat lain, kami jadi nggak terlalu tergantung sama yang di Pasaar Anyar," ujarnya.

Reporter : Reja Irfa Widodo
Redaktur : Djibril Muhammad
799 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pasar Bebas Bahan Kimia Akan Ditempel Stiker

Si Bio Bemo, Pakai Listrik dan Ramah Lingkungan