Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pasar Bebas Bahan Kimia Akan Ditempel Stiker

Rabu, 20 Maret 2013, 17:05 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, CAKUNG -- Penerapan Pasar Bebas Bahan Kimia akan dilakukan di lima pasar tiap wilayah di DKI Jakarta. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemprov bekerja sama dalam membuat stiker makanan bebas bahan kimia.

Ketua BPOM RI Lucky S Slamet mengatakan pengawasan akan dilakukan secara rutin dan intensif. Hasil peninjauan yang telah dilakukan menunjukkan pasar mengalami kemajuan yang bagus terkait pengetahuan bahan berbahaya untuk makanan.

"Tetapi pengetahuan tentang itu perlu digalakkan kembali agar pembeli dan penjual tidak membeli sesuatu yang berbahaya," ujarnya Rabu (20/3).

Selain pengawasa, BPOM juga akan melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Lucky mengaku program seperti ini bukan hanya dilakukan saat ini saja. Pengecekan biasanya dilakukan di Balai Besar POM DKI Jakarta.

"Saat ini tiba saatnya masuk ke pasar dan akan dilakukan secara bertahap," katanya. Sedangkan jenis bahan kimia berbahaya yang dilarang untuk makanan telah dilakukan peringatan publik.

Sebanyak 448 item jamu yang mengandung bahan kimia terlihat ditemukan di Pasar Klender. Pengecekan ini menganut hukum penawaran dan permintaan.

Penawaran pemerintah dengan melakukan pengawasan. Sedangkan permintaan masyarakat dilakukan dengan pengetahuan untuk menolak produk berbahaya.

Sementara itu Gubernur Jokowi mengimbau BPOM bekerjasama dengan pemprov akan membuat label untuk menandakan toko seperti toko Jamu menandakan telah dicek BPOM. "Saya kira ini harus segera digaungkan dan akan dilakukan oleh Pemprov juga BPOM," ujarnya.

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : Djibril Muhammad
405 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Si Bio Bemo, Pakai Listrik dan Ramah Lingkungan