Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ganjil-Genap Diusulkan Dimulai dari Wilayah Kecil

Rabu, 20 Maret 2013, 13:08 WIB
Komentar : 0
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan stiker ganjil genap berhologram di Jakarta, Kamis (7/3). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan sistem ganjil-genap bagi kendaraan bermotor untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Namun, untuk menerapkan sistem tersebut bukan perkara gampang. Diperlukan kesiapan yang matang agar sistem tersebut tidak bernasib sama seperti kebijakan three in one.

Pengamat transportasi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta, Iskandar Abubakar mengusulkan agar kebijakan ganjil genap tersebut dimulai dari kawasan yang lebih kecil. Tujuannya agar petugas dapat melakukan pengawasan dengan mudah. "Kalau sudah berjalan baik, secara bertahap diperluas," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

Penerapan seperti itu, kata dia, juga akan menjadi proses penyesuaian bagi masyarakat dan petugas yang mengawasi. "Mulai lah dari sekeliling Monas dulu, misalnya. Kalau itu diterapkan uji cobanya akan gampang, petugas yang diperlukan juga tidak banyak," tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta merencanakan kebijakan ganjil genap pada tahap awal akan diterapkan di koridor three in one plus Jalan Rasuna Said. Rencananya, kebijakan ganjil genap itu akan mulai dijalankan setelah 684 bus Transjakarta datang pada akhir tahun ini. Artinya, kebijakan ganjil genap kemungkinan baru akan bisa berjalan di awal tahun 2014 mendatang. 

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Mansyur Faqih
689 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Polisi Selidiki Rekaman HP Keluarga Korban Tewas di Bandara Soetta

Pemkot Bekasi Akan Tambah Halte APTB