Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Selidiki Rekaman HP Keluarga Korban Tewas di Bandara Soetta

Rabu, 20 Maret 2013, 13:04 WIB
Komentar : 0
Antara/Reno Esnir
Kombes Pol Rikwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak kepolisian menyelidiki hasil rekaman telepon genggam keluarga Imam Syafi'i, yang ditemukan tewas di Area Parkir Terminal 1 C Bandara Sokarno Hatta (18/3).

Dalam rekaman tersebut keluarga mendengar adanya perselisihan antara korban dan pelaku. Imam Syafi'i sengaja tidak mematikan telepon genggamnya ketika percekcokan dimulai.

"Korban sengaja tidak mematikan HP agar keluarga bisa mendengar perselisihan tersebut," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisari Besar Rikwanto, Jakarta, Rabu (20/3).

Rikwanto menjelaskan, korban meninggalkan rumah, Sabtu (16/3) sekitar pukul 10.30 WIB pagi. Ia mengatakan kepada keluarganya pergi untuk urusan bisnis. Di hari tersebut korban menelepon keluarganya pukul 11.29 WIB, korban sengaja tidak mematikan telepon genggamnya.

Mungkin niat korban agar keluarganya mendengar bahwa ada percekcokan antara korban dengan rekan bisnisnya. "Percekcokan terjadi di Mobil korban dan korban menelepon keluarganya agar keluarganya tahu," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, setelah itu telepon dimatikan, dan dari sanalah komunikasi korban dengan keluarga terputus. Keluarga sempat melaporkan rekaman tersebut yang sudah berbentuk disk ke Polsek Bekasi Timur. "Keluarga lapor ada keluarganya yang hilang," kata Rikwanto.

Informasi yang didapatkan dari kepolisian bahwa terduga pelaku berinisial D diringkus Polres Kuningan di daerah Kuningan, Jawa Barat. Rikwanto mengatakan, pelaku juga diduga rekan bisnis korban dan sedang menjalani pemeriksaan di Polres Kuningan yang berkordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bandara Soekarno Hatta.

Menurut Rikwanto, terduga pelaku sempat menarik uang sebesar Rp 10 juta dengan empat kali tarikan di salah satu ATM daerah Mangga Dua, Jakarta Utara untuk keperluan memberi barang. Pelaku diduga sudah mengetahui PIN korban sebelum memasuki Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah mengetahui PIN, terduga pelaku inisial D sempat menganiaya korban yang berlanjut dengan membunuh korban. Rikwanto mengatakan, selain ada lakban di mulut korban, polisi juga menemukan jeratan kawat di leher korban. "Kita masih selidiki bagaimana korban meninggal," katanya.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Djibril Muhammad
4.077 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pemkot Bekasi Akan Tambah Halte APTB