Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Kekerasan Terhadap Wartawan Merugikan Masyarakat'

Rabu, 20 Maret 2013, 10:41 WIB
Komentar : 0
portaliga.com
Kartu pers wartawan Indonesia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan Jurnalis Jakarta (J3) mengecam tindak kekerasan kepada wartawan yang dilakukan sejumlah oknum warga di Pendongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Ahad siang (17/3).

J3 menyatakan hal itu tidak perlu terjadi bila masyarakat memahami fungsi tugas jurnalis secara benar.

"Kami mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menimbulkan memar dan lebam, luka dan lecet terhadap jurnalis," kata Ketua Dewan Pembina J3, Budi Purnomo Karjodihardjo dalam keterangan persnya yang di terima Republika, Selasa (19/3), di Jakarta.

Budi mengaku prihatin atas berbagai tindak kekerasan yang terus diterima wartawan. Menurutnya, kekerasan kepada jurnalis tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Pasalnya jurnalis dalam menjalankan profesinya mendapatkan perlindungan (Pasal 8 UU Pers).

"Kekerasan terhadap jurnalis bukan cuma merugikan insan pers, tapi juga masyarakat sendiri. Karena masyarakat akan kehilangan informasi yang utuh," ujarnya.

Budi menyatakan, masyarakat perlu berpartisipasi mencegah kekerasan kepada jurnalis. Dia juga mendesak Kepolisian RI mengusut dengan tuntas dan melakukan tindakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku kepada para pelaku kekerasan.

Seperti diketahui penganiayaan terjadi kepada sejumlah jurnalis ketika meliput kebakaran yang melanda sekitar 700 rumah semi permanen di Pendongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jak-tim, Ahad siang (17/3).

Wartawan yang menjadi korban kekerasan warga itu antara lain, Rio Manik (RCTI), Angga BN (Warta Kota), Agung (Detik.com), Ari Basuki (Merdeka.com), Irvan (MNC TV).


Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Hazliansyah
962 reads
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Ingin Revitalisasi Kota Tua, Pemprov Diminta Konsisten

Akhir April, KAI Terapkan Sistem E-Ticketing KRL Jakarta-Bogor