Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ingin Revitalisasi Kota Tua, Pemprov Diminta Konsisten

Rabu, 20 Maret 2013, 10:29 WIB
Komentar : 0
Suasana halaman Museum Fatahillah yang telah bersih dari pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (3/2). (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Ide perbaikan Kota Tua mendapatkan tanggapan positif dari Unesco untuk bekerja sama. Agar revitalisasi terlaksana, BUMN dan Pemda harus konsisten terhadap rancangan perbaikannya. Ketua KDH dan KLN DKI Jakarta, Heru B Hartono mengatakan untuk perbaikan Kota Tua, pemerintah daerah harus konsisten. Begitu juga pemilik bangunan seperti BUMN yang harus memahami nilai sejarahnya.

Menurutnya, 15 tahun yang lalu pemprov telah memiliki konsep perbaikan. Namun tidak konsistensinya semua pihak membuat program itu berjalan ditempat. Ia berharap hal itu tak terulang lagi pada program bantuan revitalisasi Kota Tua dari Unesco. Apalagi, bantuan itu hanya berbentuk konsep. Sedangkan anggarannya tetap berasal dari pemerintah provinsi.

"Konsep yang telah disetujui akan dijadikan contoh untuk merenovasi sebuah bangunan," ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (20/3). Untuk bangunan milik perorangan akan diberikan pemahaman rasa memiliki karena nilai sejarah bangunan Kota Tua sangat tinggi.

Heru berharap dengan cara seperti itu semangat untuk revitalisasi akan berlanjut. Sehingga, seluruh pihak dapat menyepakati master plan dan tidak berubah sikap lagi. Apalagi mengingat banyak gedung tua yang memiliki nilai sejarah tinggi malah dijadikan gudang. "Pemda DKI harus memberikan bantuan kepada pemilik gedung untuk pengecatan juga intensif," ujarnya. 

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : Mansyur Faqih
1.042 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Akhir April, KAI Terapkan Sistem E-Ticketing KRL Jakarta-Bogor