Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tak Dapat ICU di 7 Rumah Sakit, Dewi Tak Tertolong

Selasa, 19 Maret 2013, 21:35 WIB
Komentar : 0
yustisi.com
Pasien rumah sakit meninggal dunia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Modal KTP dan Kartu Keluarga (KK) rupanya tak berhasil menolong Dewi Alfianti (22 tahun) dari penyakit lever yang dideritanya. Dia tak mampu untuk mendapat perawatan intensif (ICU) di rumah sakit. Selain ruangan ICU disebutkan penuh, keluarga Dewi pun hanya dapat mengandalkan KTP dan KK untuk mendapatkan pertolongan di tujuh rumah sakit.

Selama dua bulan terakhir, Dewi menderita sakit. Kakak ipar Dewi, Sanjaya Gozali (39), mengatakan, kesehatan Dewi memburuk dua minggu terakhir. Dia mencoba memawa Dewi ke RS Haji Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (7/3). Ternyata ruang kelas tiga penuh dan untuk masuk ke ruang kelas dua ataupun kelas satu mesti membayar, tidak bisa menggunakan KTP atau KK. ‘’Bayar setengahnya 3,5 sampai empat juta,’’ kata dia, Selasa (19/3).

Akhirnya, keluarga membawa ke RS lain, yang ternyata ruang ICU pun penuh, sehingga Dewi yang tinggal di Jalan Gang Anggur RT 12 RW 12, Ciracas, Jakarta Timur, dibawa pulang. Dewi dirawat dengan memanggil perawat klinik. Pada Rabu (13/3), kesehatan Dewi menurun, dan keluarga pun kembali mengupayakan mencari rumah sakit, termasuk ke RSKO Cibubur, namun ditolak karena bukan pasien ketergatungan obat.
 
Kakak korban, Firman Mudiana Fajar (31 tahun) mengatakan, Dewi pun dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dan dirawat di sana. Di RS itu, Dewi didiagnosis livernya bengkak sekaligus infeksi. Pada Sabtu (16/3) Dewi koma. Karena tidak kuat untuk membayar, setelah tiga hari dirawat pada Ahad (17/3), dalam kondisi koma, Dewi pun dibawa kembali ke rumah.
 
Sanjaya mengatakan, ada pihak yang membantunya mencarikan RS dan berhasil mendapat tempat di RSUD Budi Asih, Cawang, Jakarta Timur, dan diinapkan di sana pada Senin (18/3) dini hari. Namun, ICU di sana pun penuh dan Dewi dirawat hanya di ruang IGD. Akhirnya, Dewi pun meninggal pada Selasa (19/3) pukul 11.30 WIB.

Reporter : Aldian Wahyu Ramadhan
Redaktur : Dewi Mardiani
794 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pancaroba, Warga Rentan Radang Tenggorokan

Biaya Perawatan Rusun akan Ditarik dari Koperasi

Waspada Serangan Penyakit Saat Musim Pancaroba