Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Anggaran Kurang, PJU Bekasi Banyak yang Mati

Selasa, 19 Maret 2013, 19:18 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI SELATAN -- Banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di Kota Bekasi dikeluhkan warga. Pasalnya, PJU yang mati dan banyaknya jalan yang rusak membuat warga harus berhati-hati.

Kepala Dinas Pemakaman Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum, Makbullah, mengatakan Pemerintah Kota Bekasi menyediakan anggaran Rp 2 miliar untuk kebutuhan perawatan PJU. "Anggaran itu lebih sedikit dari pada tahun lalu. Tahun lalu 4,5 miliar, tahun ini 2 miliar," katanya kepada wartawan, Selasa (19/3).

Jumlah anggaran yang semakin sedikit tersebut diakuinya menghambat perawatan PJU. "Sangat kurang anggarannya, idealnya dapat 10 miliar," katanya menambahkan.

Ia menambahkan di Kota Bekasi terdapat sekitar dua ribu titik PJU yang belum diperbaiki. Sehingga anggaran tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki jalan-jalan utama, seperti di Jalan Noer Ali, Jalan Ahmad Yani, Jalan Juanda, Jalan Sudirman.

"Kalau tidak diperbaiki lampunya itu ironis banget, sudah jalanan rusak lampunya mati. Salah satu prioritas untuk perbaikan di jalan utama untuk mengurangi kecelakaan," kata Makbullah.

Saim, warga Bekasi, mengeluhkan matinya lampu PJU di beberapa jalan. "Di Cut Mutia ada beberapa yang mati lampunya. Banyak juga yang mati di jalan-jalan tertentu," katanya. Ia berharap agar pihak terkait segera memperbaiki lampu penerangan jalan yang mati tersebut.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Djibril Muhammad
729 reads
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Kadis P2B: Oknum Pamer Alat Kelamin Bukan Staf