Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi Putus Kontrak direksi PT MRT Jakarta

Senin, 18 Maret 2013, 23:34 WIB
Komentar : 0
Republika/Prayogi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) memutus kontrak direksi PT MRT Jakarta. Alasannya, mereka dinilai tak menunjukkan kemajuan terkait rencana pembangunan sarana transportasi massal itu. "Lima bulan sudah saya menunggu. Tapi tidak juga saya lihat ada perkembangan. Saya tidak mau terus-terusan menunggu tanpa hasil," katanya di Balai Kota, Jakarta, Senin ((18/3). 

Saat ini, dua dari tiga jabatan direksi PT MRT Jakarta tak memiliki personel definitifnya. Ini lantaran kontrak kerja salah satu direksi yang telah habis dan tidak diperpanjang lagi. Sementara, satu direksi lagi telah mengundurkan diri. "Sebetulnya, masa kerja direktur utama dan direksi sudah berakhir sejak 19 Februari. Jadi, sekarang kami harus adakan pemilihan lagi melalui RUPS," ujar Jokowi. 

Menurutnya, posisi direksi yang saat ini kosong harus segera ditempati. Meski pun ia akui tidak dapat berbuat banyak, kecuali menunggu keputusan RUPS. Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta, Erlan Hidayat, mengaku hingga saat ini hanya dia yang menempati posisi direksi. 

"Saat ini, posisi direksi PT MRT Jakarta hanya ditempati oleh saya. Sehingga, saya harus mengerjakan sejumlah tugas yang seharusnya tidak dikerjakan saya. Ini cukup memberatkan," ungkap Erlan. Meskipun memberatkan, dia menuturkan kekosongan jabatan direksi itu tidak akan mempengaruhi performa perusahaan. Kecuali dalam hal ketepatan waktu yang sedikit berkurang karena menjadi lebih lamban. 

Posisi direktur konstruksi yang sebelumnya diduduki Wishnu Jusuf saat ini masih kosong. Karena yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari jabatannya sejak Oktober 2012. Begitu juga dengan posisi direktur utama yang sebelumnya ditempati Tribudi Rahardjo dan direktur perencanaan, operasi dan pemeliharaan, Rachmadi.

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
3.913 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Program Satu Juta Warung Diluncurkan

Korban Kebakaran Kayu Putih Tak Boleh Minta Sumbangan di Jalan