Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi: Jangan Salahkan KJS

Senin, 18 Maret 2013, 14:43 WIB
Komentar : 0
ANTARA/Rosa Panggabean
Gubernur Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Banyak tudingan bermunculan kalau permasalahan Kartu Jakarta Sehat akibat manajemen yang belum baik.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tidak tahu penyebab pasti permasalahan KJS ini. Hanya, tuturnya, warga memang kerap jadi korban. Padahal, Jokowi mencatat  KJS program yang luar biasa.

"KJS diberikan untuk warga miskin dan rentan miskin sebanyak 4,7 juta jiwa," ujarnya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/3).

Dia pun bertanya apakah KJS perlu diundur hanya karena manajemen yang belum sempurna. "Apakah masyarakat sakit yang miskin tidak punya harapan lagi  untuk mengobati dirinya," ujarnya. Menurutnya, tidak layak jika warga harus menunggu  KJS meski infrastrukturnya belum siap.

"ICU-nya cukup, sebelumnya masyarakat di bawah banyak menunggu, saya lihat sendiri seperti itu," ujarnya. Dia mengakui sebelumnya rumah sakit telah penuh sehingga menunggu kamar dengan terpaksa.

Bahkan ada yang tidak ditangani karena kamar yang penuh. "Manajemen akan diperbaiki, akan ditangani, tetapi kalau menyalahi KJS-nya, salah," ujarnya. 

Dia melihat secara langsung, sebelumnya rumah sakit hanya menangani 100 pasien setiap hari. Saat ini mereka telah mampu menangani setiap harinya sebanyak 200 pasien.

"Saya tidak terima dokter yang susah payah menangani pasien dimarahi oleh tangan kiri," ujarnya. KJS yang di undur bisa saja mengakibatkan ribuan warga meninggal dunia tanpa penanganan.

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.200 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...