Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengguna KJS naik 62,4 persen

Senin, 18 Maret 2013, 13:09 WIB
Komentar : 0
Seorang nenek warga Marunda, Jakarta Utara menunjukkan kartu Jakarta Sehat, yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Senin (12/11). (Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Kartu Jakarta Sehat (KJS) mengalami kenaikan yang signifikan. Sebanyak 91.393 orang pada November 2012 lalu telah menggunakan KJS untuk berobat.

Kepala Dinas Kesehatan Dien Emawati mengatakan KJS telah diluncurkan sejak (10/3) lalu dengan pengguna yang semakin bertambah.  "Bulan Desember pengguna KJS mencapai 148.459 jiwa dengan kenaikan 62,4 persen dibandingkan November," ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Senin (18/3).

Untuk melayani peserta KJS, rumah sakit di Jakarta telah menurunkan ruangan kelas dua menjadi kelas tiga. Jumlah tempat tidur saat ini bertambah menjadi 381 buah.

Hingga kini, tuturnya, fasilitas untuk peserta KJS tempat tidur kelas tiga sebanyak 4.219 buah. Selain itu Pemprov menambah sistem pelayanan gawat darurat dengan nomor panggilan 119.

Sedangkan di tingkat puskesmas penggunaan KJS hingga (16/3) mencapai 559.219 jiwa. Menurutnya sistem tersebut sejak diluncurkan pada (1/3) lalu telah mendapatkan panggilan sebanyak 43 ribu kali. "Panggilan terbanyak dilakukan pada hari libur 8 hingga 9 ribu call," ujarnya.

Panggilan melalui sistem gawat darurat tersebut dilakukan untuk penanganan gawat darurat dan permintaan ambulans. Dien pun menambahkan, saat ini kualitas pelayanan meningkat tidak hanya dari penambahan tempat tidur.

 

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
772 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Modus Baru, Perampok 'Ngumpet' di Bagasi Taksi

Mayat Bayi Ditemukan di Pinggir BKT