Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pedagang Lega Harga Bawang Mulai Turun

Senin, 18 Maret 2013, 10:46 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Pedagang mengambil bawang putih impor dari Cina untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID,PALMERAH -- Harga bawang yang sempat melambung tinggi perlahan sudah mulai turun. Di Pasar Palmerah pekan lalu, harga bawang mencapai Rp 70 ribu per kg dan mulai turun per hari ini dengan harga Rp 65 ribu.

 

Walaupun masih belum kembali normal, para pedagang mengaku lega harga bawang mulai berangsur turun. Ketika harga bawang sedang meroket tajam, pembeli pun semakin berkurang.

“Dimana-mana banyak dikasih tahu bahan pengganti bawang, jadinya yang biasa pakai bawang juga berkurang,” keluh Ridwan, pedagang bawang pasar Palmerah, Senin (18/3).

Namun ia tidak menyalahkan para pembeli, karena harga yang bawang yang tinggi memang terlalu mencekik. Di Pasar Tomang Barat lain lagi. Rina, seorang penjual bumbu dapur mengaku berusaha tidak menaikkan harga terlalu drastis.

“Pas kemarin yang lain jual 65 ribu-70 ribu, saya jual paling mahal 60 ribu, tapi jualnya rada banyak, jadi untungnya tidak terlalu turun. Kalau terlalu mahal kasihan pelanggan saya,” ujarnya.

Saat ini harga bawang di pasar Tomang Barat pun telah berkisar 60 ribu, walaupun menurut Rina masih mahal. Menurutnya, harga biasanya paling mahal hanya Rp 40 ribu.

Kenaikan harga bahan-bahan pangan dinilai diakibatkan dari lonjakan ekonomi dan adanya permainan politik oleh para pedagang. Mereka mengaku mengetahui soal adanya timbunan bawang yang sengaja tidak dilepas ke pasar agar harga makin mahal.

 

Reporter : Ilhami Rizqi Ashya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.385 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...