Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tujuh Perampok di Tambora Diduga Terkait Jaringan Teroris

Jumat, 15 Maret 2013, 21:03 WIB
Komentar : 0
AP
Densus 88 Polri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tujuh pelaku perampokan Toko Emas Terus Jaya di Jalan Jembatan II RT 08/01, Angke, Tambora, Jakarta Barat diduga terkait dengan jaringan teroris. Mereka sudah diamankan Aparat Polda Metro Jaya sekitar pukul 06.00 Jumat (15/3) pagi.

"Benar diduga terkait teroris, pelaku sudah ditangkap dan masih dalam pengembangan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto, Jumat (15/3).

Pengungkapan kasus perampokan emas Tambora dilakukan anggota Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya bersama Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri. 

Toni mengatakan, Tujuh orang tersangka di tangkap di daerah Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat dan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. "Satu orang tewas ditembak," kata Toni.

Menurut Toni, perampok tersebut melakukan aksinya di Toko Emas Terus Jaya, Minggu (10/13) sekitar pukul 10.10 WIB. Dugaan sementara, pelaku yang beroperasi berjumlah empat orang. Mereka menggunakan dua sepeda motor, helm, jaket, golok, serta dua senjata api jenis Revolver.

Toni mengatakan, dari kesaksian putra pemilik toko Paul William, pelaku datang tiba-tiba, mengancam serta mengambil emas seberat 1,5 kilogram dan uang tunai Rp 500 juta. Salah satu pelaku juga sempat aniaya penjaga toko bernama Afam. Dia dipukul kepalanya hingga terluka.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti, yaitu lima senjata api jenis Scorpio beserta 34 butir peluru, 2,5 kilogram emas hasil perampokan dan 12 bom rakitan.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Djibril Muhammad
616 reads
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda