Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pelaku Mutilasi Sempat Bertengkar di Surabaya

Jumat, 15 Maret 2013, 18:16 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Tersangka mutilasi Alanshia alias Aliong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaku pembunuhan dengan pemutilasian sempat bertengkar dengan salah satu masyarakat di Surabaya. Polsek Dukuh Pakis, Surabaya menengahi percekcokan tersebut.

''Karena tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris, polsek mengamankannya,'' Kata Kapolres Jakarta Utara Muhammad Iqbal, Jumat (15/3).

Iqbal melanjutkan, dari pertengkaran inilah, setelah diperiksa pelaku tidak memiliki tanda pengenal, karena semuanya ditinggal di rumahnya. Polsek melapor ke Polrestabes Surabaya. ''Di sinilah kita berkoordinasi dan menemukan pelaku,'' Kata Iqbal. Pelaku yang berinisial A (32 tahun) tidak bisa berbahasa Indonesia, baru menjadi WNI tahun 2009.

Kapolda Metro Jaya Putut Bayu Seno mengatakan, istri korban yang mencium bau amis dan ceceran darah di tangga ketika datang ke Ruko Mediterania, Pademangan, Jakarta Utara yang waktu itu kosong. Istri korban meminta pihak keamanan menemani, tidak lama kemudian datang petugas dari Polsek Penjaringan.

Petugas kepolisian menemukan, 11 potongan tubuh di dalam satu koper, dua dus dan lima kantong plastik. Polisi juga menemukan narkoba berjenis pil berjumlah 140 butir, sabu 32 gram, serbuk putih 60 gram yang belum diidentifikasi, plastik timbangan, dan gelas ukur. ''Barang narkotika ditemukan di brangkas di dalam ruko,'' kata Putut.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Dewi Mardiani
966 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Identitas Pria Terbakar di Jakbar Belum Diketahui

Perampok di Bekasi Dipastikan Teroris

Jokowi Dukung Pembangunan Rusun untuk Buruh