Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Siap-Siap, Begini Cuaca Jakarta Selama Sepekan

Jumat, 15 Maret 2013, 04:09 WIB
Komentar : 0
ecoannarose.wordpress.com
Terik matahari. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, Peralihan cuaca dari musim hujan ke musim panas di bulan Maret ini, ditandai dengan posisi matahari yang berada tepat di Katulistiwa.

Akibat transisi ini, cuaca di Jakarta dalam beberapa hari terakhir ini menjadi lebih panas dari hari biasanya. Diperkirakan teriknya matahari akan berlangsung hingga sepekan ke depan.

Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hariadi mengatakan, cuaca panas yang dirasakan warga ibu kota akhir-akhir ini dipengaruhi oleh posisi matahari mendekati titik garis equator.

Akibatnya cuaca menjadi sangat panas dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Ini juga didorong juga oleh kelembaban Jakarta yang sangat tinggi yakni maksimal mencapai 90 persen,” kata Hariadi seperti dilansir situs beritajakarta.com.

Pihaknya memperkirakan, kondisi panas ini hanya akan berlangsung hingga satu pekan ke depan. Namun semuanya tergantung dinamika cuaca. Berdasarkan data BMKG, suhu di Jakarta antara 24-34 derajat celcius dengan kelembaban 58-90 persen. "Bisa saja suhu panas ini berlangsung hingga sepekan ke depan. Semua itu tergantung dinamika cuaca,” ujarnya.

Tingginya kelembaban suhu udara Jakarta ini mengakibatkan awan tidak terbentuk. Hal tersebut juga diperparah kondisi udara yang cenderung stabil, sehingga membuat panas tidak bergeser dari satu titik ke titik lain. Sedangkan jika kondisi udara dalam keadaan labil, udara akan bergerak dan membuat panas bergeser ke lokasi lain sehingga panas berkurang.

"Cuaca panas ini diperkirakan berlangsung hingga menjelang massa transisi berlangsung yakni hingga April mendatang. Pada masa transisi posisi angin tidak dapat dipastikan. Sedangkan di musim panas posisi angin biasanya berada di timur. Selama masa transisi posisi angin tidak jelas. Bisa di timur dan barat,” jelasnya.

Redaktur : Endah Hapsari
3.610 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...