Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pedagang Makanan di Parung Setia Tak Naikan Harga

Kamis, 14 Maret 2013, 23:12 WIB
Komentar : 0
Yasin Habibi/Republika
Bawang putih

REPUBLIKA.CO.ID, PARUNG -- Sejumlah pedagang makanan di sekitar Pasar Parung tidak menaikkan harga dagangannya kendati sejumlah harga bawang putih melambung tinggi. Mereka beralasan tidak ingin membebani pelanggannya.

Ida (32 tahun), pemilik warteg, di sekitar Pasar Parung, Kabupaten Bogor, mengaku tidak berniat untuk menaikkan harga makanananya. Sebab, dia tidak mau kehilangan pelanggan.

"Daripada nggak punya langganan, mendingan harga nggak usah dinaikkan," ujar Ida kepada Republika, Kamis (14/3).

Untuk keperluan memasak, Ida mengaku, paling tidak dia bisa menghabiskan satu setengah kilo lebih bawang putih dalam sehari. Dengan naiknya harga bawang putih dan bawang merah, dia mau tidak mau mengurangi pemakaian bawang putih dalam masakannya.

Selain Ida, Babeh (51), penjual ketoprak, juga mengaku enggan menaikkan harga jual ketopraknya. Harga satu porsi ketoprak tetap dibanderol Rp 6 ribu. Walaupun tidak terlalu banyak memerlukan bawang putih, tapi Babeh mengungkapkan keluh-kesahnya terkait kenaikan harga itu.

"Seharusnya pemerintah jaga-jaga supaya harga bawang nggak naek. Baru kali ini, harga bawang tinggi banget," ujarnya.

Berdasar pantauan, harga bawang putih di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, harga bawang putih mencapai Rp 50 ribu. Sedangkan, bawang merah mencapai Rp 40 ribu.

Wati, pedagang bawang di Pasar Parung, mengakui naiknya harga bawang itu lantaran sulitnya pasokan. "Kalau pastinya sih nggak tahu mas, tapi memang sekitar dua hari lalu bawang memang rada sulit," tuturnya.

Reporter : Reja Irfa Widodo
Redaktur : Djibril Muhammad
472 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 200 Juta Perawatan Reklame

Pemuda Bakar Diri di Tambora Akhirnya Tewas