Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengamat: Ganjit-Genap Harus dengan Jumlah Angkutan Umum

Rabu, 13 Maret 2013, 21:31 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi.W
Warga menggunakan jasa Metromini di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/10). Tidak adanya badan hukum Metromini yang dikelola secara perorangan, membuat izin trayek angkutan umum tersebut terancam dicabut Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah beserta pemangku kepentingan lain berencana akan memberlakukan aturan pelat nomor kendaraan ganjil-genap, Juni mendatang. Diharapkan, aturan ini dapat mengurangi kemacetan Ibu Kota.

Pengamat transportasi, Darmaningtyas, menilai pemberlakuan aturan ganjil-genap kemungkinan besar berhasil, bila dibarengi dengan jumlah angkutan publik yang memadai. Alasan penerapan mulai Juni, sebab di bulan tersebut kemungkinan jumlah angkutan umum di Jakarta sudah memadai.

'Ini juga terkait dengan rencana Gubernur mengadakan 1.000 bus (red. Bus Transjakarta). Saat ini kan sudah ada beberapa persennya,'' ujar Darmaningtyas, Rabu (13/3) sore, di Jakarta, dalam acara Bedah buku Sang Burung Biru dan diskusi publik ''Menyiasati Ganjil-genap di DKI Jakarta''. Sehingga, diharapkan, Juni jumlah pemenuhan 1.000 unit bus tersebut terlaksana.

Ia menjelaskan, ketersediaan angkutan umum mutlak bila aturan diberlakukan. Sebab saat ini, jumlah angkutan umum belum terlalu banyak. ''Transjakarta masih banyak yang rusak,'' ucapnya.

Jumlah angkutan umum menurut dia harus diperbanyak, agar tak merepotkan masyarakat dalam bermobilisasi jika ganjil-genap diberlakukan.

Ia mendapat informasi pengadaan 1.000 bus ini sudah dimulai sejak akhir tahun lalu. Oleh karena itu, harapnya, agar di Juni mendatang, aturan ganjil-genap sudah bisa diberlakukan.

Reporter : Alicia Saqina
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
581 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda