Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemprov DKI dan PT Askes Godok Pelaksanaan KJS

Rabu, 13 Maret 2013, 18:38 WIB
Komentar : 0
Seorang warga Marunda, Jakarta Utara menunjukkan kartu Jakarta Sehat, yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Senin (12/11). (Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta dan PT Askes masih mematangkan teknis pelaksanaan kerjasama program Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Direktur Utama PT Askes, Fachmi Idris mengatakan kedua belah pihak sedang merumuskan apa saja yang akan menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

"Hal-hal apa yang akan diserahkan pada PT Askes itu sedang didetailkan nanti dalam bentuk perjanjian kerjasama, sekarang sedang dibahas," ujar dia di kantor pusat PT Askes, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Menurut Fachmi, ada tiga isu besar dalam jaminan sosial, yaitu kepesertaan, pembayaran premi, dan pelayanan. Posisi PT Askes pada kerjasama ini adalah dalam isu kepesertaan dan pelayanan.

"Kita akan lebih masuk ke dua area itu, area kepesertaan dan penataan pelayanan. Area manajemen keuangannya masih di Jamkesda," ujarnya menjelaskan.

Pemprov DKI dan PT Askes telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan KJS pada 1 Maret 2013 lalu. Dalam kerjasama tersebut, PT Askes berperan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bagi warga di Jakarta.

Artinya, Pemprov DKI Jakarta mengasuransikan kesehatan warganya kepada PT Askes dengan alokasi anggaran premi asuransi kesehatan sebesar Rp 23 ribu per orang per bulan. Jumlah itu lebih tinggi dari angka yang ditetapkan Kementerian Keuangan yang hanya Rp 15 ribu per orang per bulan.

Karenanya, Jakarta akan dijadikan proyek percontohan pelaksanaan BPJS di seluruh Indonesia. Sebab, pemerintah pusat dalam UU Nomor 40 Tahun 2004 dan UU Nomor 24 Tahun 2011 berencana akan memberikan asuransi kesehatan bagi seluruh warga Indonesia pada 1 Januari 2019.

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Karta Raharja Ucu
893 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

'Sistem Pelaporan dan Informasi Masyarakat ke Polisi Pun Berbasis Android'

Persentase Kendaraan Ganjil Sama dengan Genap

Tekan Embrio Kriminalitas, Polisi Bak 'Sales' Singgah di Rumah-Rumah