Senin, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 Februari 2018

Senin, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 Februari 2018

Kasus Pelecehan Seksual Siswi SMA Minim Saksi

Senin 11 Maret 2013 13:15 WIB

Rep: Wahyu Syahputra/ Red: A.Syalaby Ichsan

Kombes Pol Rikwanto

Kombes Pol Rikwanto

Foto: Antara/Reno Esnir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus pelecehan seksual di SMA 22 yang melibatkan seorang Wakil Kepala Sekolah terkendala sulitnya mencari saksi.

Sehingga, saksi inisial T yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual kepada siswinya belum naik status jadi tersangka.''Wakepsek inisial T masih saksi,'' kata Kepala Bidang Humas Polda Metrojaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Senin (11/3).

Rikwanto menjelaskan, banyak saksi yang tidak melihat kejadian pelecehan seksual. Biasanya pelecehan seksual hanya dilakukan tersangka kepada korbannya di tempat yang sepi. Seperti kasus ini di dalam mobil Wakepsek.

Pihak kepolisian hanya mengandalkan pengakuan saksi korban, yang diajak ke Ancol, Sentul dan Rumah T untuk melakukan tindakan asusila.

Rikwanto meyakini kasus pelecehan seksual di SMA 22 Jakarta Timur akan segera terungkap. Pihak kepolisian terus menyelidiki dalam dua hari ini. Rikwanto melanjutkan, minggu ini akan diadakan gelar perkara.

Gelar Perkara tersebut untuk menentukan status kemudian Wakepsek T yang diduga bertindak asusila kepada siswanya. Polisi juga berkonsolidasi dengan pihak kejaksaan, untuk membantu sulitnya pengungkapan kasus karena keterbatasan saksi. ''Wakepsek kemungkinan bisa jadi tersangka,'' ujar Rikwanto

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 Februari 2018, 20:13 WIB