Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hari Libur, Pengacara dan Kerabat Tak Diizinkan Jenguk Hercules

Minggu, 10 Maret 2013, 16:21 WIB
Komentar : 0
Wahyu Syahputra/Republika
Hercules Rosario

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejak pagi hingga siang Ahad (10/2), sejumlah orang yang hendak menjenguk tersangka kasus kekerasan Hercules di Mapolda Metro Jaya gagal mewujudkan tujuannya.
 
Setidaknya ada enam orang yang tampak sudah akan memasuki ruang besuk namun harus kembali ke mobil masing-masing usai mendapat penolakan. Dari mulai rekan, kerabat hingga pengacara tersangka, satu pun tak dapat membesuk.
 
Mereka tidak dapat menjenguk Hercules karena memang Ahad bukanlah hari besuk bagi setiap tahanan di Mapolda Metro Jaya. “Tidak ada apa-apa kok, karena memang bukan hari besuk saja,” ujar anggota tim kuasa hukum Hercules, Haris Ridho saat hendak pulang Ahad (10/2).
 
Menurut Haris, kedatangannya hendak membicarakan soal kelanjutan taktik dalam proses menghadapi hukum yang sedang menjerat Hercules.
 
“Iya, kami juga mau membicarakan hal itu. Tapi tidak bisa masuk, ternyata kalau jenguk itu sudah ditentukan ya harinya,” ujar para kerabat Hercules menambahi ucapan Haris.
 
Mereka pun mengaku akan kembali esok hari sesuai dengan jam dan pukul yang telah ditentukan untuk menjenguk.
 
Hercules Rozario Marshal ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya usai ditangkap bersama 46 anak buahnya hari Jumat (8/2)di Jakarta Barat. Dirinya kemudian ditetapkan sebagai tersangka tunggal dengan dugaan penghasutan, melawan petugas, kekerasan dan kepemilikan senjata.
 
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Hercules dikenakan pasal berlapis dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Heri Ruslan
3.364 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...