Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bocah Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seks Sopir Tembak

Jumat, 08 Maret 2013, 16:36 WIB
Komentar : 0
pelecehan seksual (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CINERE -- Kejahatan seksual yang menimpa anak-anak kembali terjadi. Kali ini kasusnya menimpa seorang bocah perempuan di daerah Cinere, Depok, Jawa Barat.

M menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota (angkot) tembak.

Sekitar dua pekan lalu, M pulang ke rumahnya tanpa mengenakan sehelai pakaian pun yang seharusnya menutupi bagian tubuh bawahnya. Rumah M terletak di RT 003 RW 03, Pangkalan Jati Baru, Cinere, Depok.

Tepatnya pada Sabtu (23/2) malam lalu, M dijemput oleh dua orang pria di depan rumahnya dengan menggunakan angkot. Satu pria yang dikenal M bernama Bani. Sedangkan satunya lagi tidak.

''Bani bilang mengajak saya untuk mencari Fani,'' ujar M saat ditemui di kediamannya yang sederhana, Jumat (8/3), di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Fani merupakan teman main bocah perempuan berumur 12 tahun itu. M mengaku diajak Bani (15 tahun) mencari Fani melalui situs jejaring pertemanan Facebook. M tidak menaruh curiga pada Bani. ''Bani baik sih orangnya,'' tutur M pelan.

M dijemput dua pria itu, sehabis Isya. ''Angkotnya itu menggunakan C61, jurusan Lebak Bulus-Pasar Minggu,'' jawabnya. Bocah berumur 13 tahun ini tetap berpikiran, Bani akan mencari Fani di daerah Bintaro. 

M mengatakan, angkot yang dikemudikan Bani berjalan ke arah Pasar Minggu. Mereka bertiga duduk di bangku depan. ''Sebelah (kiri) saya temannya Bani itu,'' kata M. Pria asing itu kemudian turun dari angkot untuk membeli obat di sebuah toko. Ia kembali dan perjalanan angkot dilanjutkan.

M melanjutkan, sekitar pukul 23.00 WIB, ia sudah tidak sadarkan diri. Sebelumnya, ia mengetahui lokasi saat itu berlangsung di sekitaran Taman Barito, Jakarta Selatan. Oleh pria yang tidak ia kenal itu, M disuruh untuk meminum air mineral.

Entah apa yang keduanya lakukan, hingga putri kedua dari empat bersaudara itu baru tersadar kembali sekitar pukul 03.00 WIB, Ahad. ''Itu di daerah Vila Andara,'' ujar M.

M pun mengatakan, saat-saat pertama usai kejadian, dia masih belum mengalami sakit di daerah alat kelaminnya.

Syamsiah menjelaskan, akhirnya putrinya itu menyampaikan sakit yang dirasakannya. Syamsiah melanjutkan, atas kejadian M pun telah divisum di RSCM, Jakarta Pusat. ''Hasilnya, ya begitu katanya (telah terjadi kekerasan seksual),'' cerita Syamsiah.

 

Reporter : Alicia Saqina
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.296 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...