Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tersangka Mutilasi Belum Diperiksa Kejiwaannya

Kamis, 07 Maret 2013, 16:18 WIB
Komentar : 0
Republika/Aldian Wahyu Ramadhan
tersangka pelaku mutilasi Benget Situmorang dan Tini di Mapolrestro Jaktim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Timur belum melakukan tes kejiwaan terhadap tersangka BS yang membunuh dan memutilasi istrinya Darna Sri Astuti, karena masih fokus mendalami penyidikan motif pembunuhan tersebut.

"Kami belum melakukan pengecekan tes kejiwaan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Mulyadi K, di Jakarta, Kamis (7/3). Dia menjelaskan, polisi belum bisa menyimpulkan ada atau tidak gangguan kejiwaan dari para pelaku yang membunuh dan memutilasi jenazah korban.

Dia mengatakan polisi masih mendalami motif pelaku membuang jasad korban di Tol Cikampek. Dia menduga pelaku terdesak karena saat kejadian sudah menjelang pagi, sehingga takut tindakannya diketahui pengguna jalan lain. "Masih didalami, mungkin pelaku gugup karena sudah pukul 05.00 WIB dan agak terang," ujarnya.

Menurut dia, dari hasil penyidikan sementara, pelaku tidak berencana membuang jasad korban di tempat lain. Dia mengatakan, saat ini kepolisian sedang mengembangkan kasus tersebut dengan pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka. Polres Jakarta Timur akan merekonstruksi kejadian pada hari Kamis (7/3).

Sebelumnya, aparat gabungan Polres Jaktim dan Polda Metro Jaya menangkap pelaku berinisial BS dan seorang wanita, TN, yang diduga terlibat pembunuhan dan mutilasi terhadap Darna Sri Astuti. Jenazah Darna diduga dimutilasi BS yang potongan tubuhnya dibuang pada beberapa lokasi di sepanjang Jalan Tol Cikampek arah Bekasi, Selasa (5/3) pagi.

Petugas mengamankan dua pisau dan satu golok untuk memutilasi korban. Aparat juga mengamankan barang bukti berupa celana panjang pelaku yang dikenakan saat membunuh korban, serta satu unit angkutan kota rute 03 jurusan Cililitan-Kampung Rambutan bernomor polisi B-2312-PG. Para tersangka ditangkap petugas di Jalan Bungur Raya, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu sekitar pukul 20.30 WIB.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
2.515 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda