Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Tidak Peduli Sampah di Pantai Tangerang

Selasa, 26 Februari 2013, 20:15 WIB
Komentar : 0
RTC/Rifa Nurfauziah
Sampah

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Warga pesisir pantai Tangerang mengaku tidak pernah mendapat program kebersihan dari Tangerang. "Nggak ada itu program gerakan kebersihan," kata Muhammad Guntur, warga Desa Kohot, Tanjung Burung, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (26/2)

Menurut Guntur, kalau ada pemerintah yang mengaku ada program kebersihan atau gerakan kebersihan itu hanya bualan. Warga di sini yang berinisiatif untuk membersihkan sampah di pantai. "Pikirkan dulu armada yang kurang, itu saja belum becus," katanya

Warga Tanjung Burung sudah melaporkan tumpukan sampah yang sudah menahun lewat Musyawarah Rembuk Bangunan (Musrembang) 2012 karena sampah sudah menganggu kenyamanan warga.

Setiap ada angin dari laut, warga langsung menyium bau busuk. Sementara Guntur menambahkan, air laut yang dekat dengan tumpukan sampah berubah menjadi lumpur bercampur sampah. Sampai saat ini, belum ada langkah dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah yang sudah menganggu kenyamanan warga.

Guntur mengatakan, Selama ini kerjaan Dinas Kebersihan Kabupaten Tangerang hanya menanam pohon saja di jalan. Padahal, permasalahan sampah belum terselesaikan. "Ini baru salah satunya, masih ada di bagian pantai lain," ujarnya.

Menurut Guntur, sampah tersebut berasal dari Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten dan Bogor. Sampai berakhir salah satunya di Tanjung Burung, karena mengikuti aliran Sungai Cisadane. "Yang parah ketika banjir kemarin, dua bulan kita banjir sampah," katanya.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Djibril Muhammad
678 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

51 Km Pantai Tangerang Dipenuhi Sampah, Pemda Kewalahan

Pesisir Pantai Tangerang Bertahun-tahun Jadi Lautan Sampah

Pengembang di Bekasi Dituntut Benahi Jalan