Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Stiker Ganjil-Genap Memicu Penyalahgunaan Wewenang?

Senin, 25 Februari 2013, 22:14 WIB
Komentar : 0
IST
Pelat nomor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan stiker untuk pemberlakuan pembatasan kendaraan melalui nomor polisi ganjil-genap dinilai tidak realistis dan bisa memicu penyalahgunaan wewenang.

"Pemberlakuan stiker berpotensi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum petugas kepolisian di lapangan," kata Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Hasibuan  di Jakarta, Senin (25/2).

Edi menyatakan, petugas kepolisian tidak mungkin mengamati setiap kendaraan yang melintas, guna menindak pengguna kendaraan yang melanggar.

Edi mendukung langkah pihak Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya yang memberlakukan sistem "Electronic Registration Identification" (ERI) sebagai database kendaraan.

Selanjutnya, pihak kepolisian memberlakukan penegakkan hukum atau bukti pelanggaran (tilang) secara elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement".

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menunggu penyusunan database berupa "Elektronic Registrasion and Identification" (ERI) untuk menunjang pemberlakuan pembatasan kendaraan melalui nomor polisi ganjil-genap.

"Persiapan penyusunan database atau ERI untuk menunjang pembatasan kendaraan nomor ganjil-genap baru mencapai 60 persen," kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta membutuhkan dana pencetakan stiker nomor polisi ganjil-genap sekitar Rp 12,5 miliar untuk 2,5 juta unit mobil.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
507 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Mesin Sepatu Meledak, Tujuh Karyawan Luka-Luka