Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jadi Tempat Pengungsian, KBM SD Pengadegan Terganggu

Jumat, 25 Januari 2013, 01:19 WIB
Komentar : 0
Tumpukan buku-buku pelajaran yang basah akibat banjir di SDN 07 Petamburan,Jakarta Barat,Senin (21/1). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SD 01, 03, 04 dan 05 Pengadegan,Jakarta Selatan yang berada di satu area, terganggu karena ruang kelas mereka dijadikan tempat pengungsian bagi warga RW 01 Pengadegan.

"Seluruh ruang kelas kami dijadikan tempat pengungsian, kami sudah berkoordinasi dengan RW dan Kepala Seksi di Kemendiknas," ujar Kepala Sekolah SD 03 dan 04 Pengadegan Retno Tri Astuti di Jakarta, Kamis.

Para pengungsi menempati 20 ruang kelas SD Pengadegan sejak Selasa (24/1), namun saat ini tinggal empat ruang yang dipakai sebagai tempat pengungsian warga.

Menurut Retno, awalnya warga tidak ingin menjadikan sekolah sebagai tempat pengungsian. Namun karena jumlah pengungsi semakin banyak, dan posko di arena olahraga dan gedung lain tidak mampu menampung, maka sekolah akhirnya dipakai sebagai alternatif terakhir tempat pengungsian.

Akibatnya, biaya listrik di sekolah membengkak, namun yang lebih mengkhawatirkan adalah KBM untuk siswa kelas satu hingga kelas lima diliburkan hampir dua minggu, sejak Selasa (16/1) hingga Kamis (24/1), dan siswa kelas enam mulai masuk sejak Selasa (22/1).

"Kelas enam sudah mulai masuk karena akan menghadapi ujian, jadi seluruh siswa kelas enam yang berjumlah 60 orang lebih, jadi jadikan satu di ruang perpustakaan," kata Retno.

Retno mengakui bahwa kondisi tersebut membuat KBM kurang kondusif dan maksimal, namun dibawah berbagai kekurangan, dia merasa anak-anak kelas enam harus terus belajar.

"Kami harus mengejar dua sampai tiga materi yang tertinggal, semoga hari senin ruang kelas dapat digunakan kembali," kata Retno.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
825 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda