Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sebelum Dipindah, Warga Bantaran Kali Perlu Didata

Tuesday, 22 January 2013, 19:11 WIB
Komentar : 3
antara
Menteri Perumahan Rakyat  Djan Faridz
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz, mengatakan pihaknya perlu menginventarisasi warga bantaran ciliwung sebelum dipindah ke Pasar Rumput dan Pasar Minggu.

Relokasi tersebut rencananya diperuntukkan bagi penduduk yang murni miskin. "Itu yang kita prioritaskan mendapatkan rumah susun," katanya saat ditemui, Selasa (22/1).

Sebagai gambarannya, lanjut dia, pemerintah berencana membangun blok rumah susun di Pasar Rumput dengan 34 lantai. Kapasitasnya mampu menampung lebih dari 3.000 KK. Sedangkan untuk di Pasar Minggu dengan kapasitas mencapai 6.000 KK. Faridz mengaku belum bisa memberikan gambaran alokasi anggaran untuk proyek ini. Yang pasti proyek ini baru akan berjalan pada anggaran 2014.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri sudah menginstruksikan agar dilakukan penataan dan penertiban warga yang tinggal di bantaran kali ciliwung.

Untuk diketahui, proyek pemindahan penduduk di bantaran Kali Ciliwung sejalan dengan program percepatan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 35 km pada awal tahun 2013. Program penataan Kali Ciliwung tersebut sudah direncanakan sejak Januari 2011 lalu. Namun, karena adanya hambatan teknis, program tersebut sempat tertunda.

Penataan kali sepanjang 35 kilometer akan dimulai dari Srengseng hingga Manggarai dan dilanjutkan dari Manggarai hingga Kampung Melayu. Proyek ini akan memakan anggaran senilai Rp 1,3 triliun dari pemerintah pusat. Sementara itu, pihak Pemerintah Provinsi DKI nantinya akan bertugas dalam hal teknis, seperti pembebasan lahan dan sosialisasi kepada warga yang akan dipindahkan ke rusun tersebut.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Dewi Mardiani
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...