Rabu, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

KSPI: Ancaman PHK Buruh Hanya Akal-akalan Pengusaha

Rabu, 16 Januari 2013, 19:47 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Para buruh melakukan Shalat Jumat saat aksi blokir jalan tol Jakarta-Cikampek, Cibitung, Jawa Barat (ilustrasi).
Para buruh melakukan Shalat Jumat saat aksi blokir jalan tol Jakarta-Cikampek, Cibitung, Jawa Barat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penangguhan UMP/K yang tidak sesuai dengan Permenakertrans No 231/2003. KSPI juga menilai ancaman PHK hampir 1 juta buruh hanya akal-akalan pengusaha.

"Ancaman PHK 957000 buruh hanya akal-akalan pengusaha nakal, Apindo/Kadin, untuk mengingkari pembayaran upah minimum tanpa audit kerugian keuangan perusahan yang disetujui serikat pekerja/serikat buruh sebagaimana yang diatur dalam Permenakertans No 231/2003," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal Rabu (16/1).

Menurut Said, ancaman PHK itu dijadikan alasan agar gubernur dengan mudah mengabulkan penangguhan upah minimum yang diajukan. Termasik juga 908 perusahaan yang mengajukan penangguhan pada Kemenakertrans.

"Adalah keliru, sesat lagi menyesatkan mengajukan permohonan penangguhan ke Kemenakertrans. Permohonan penangguhan pembayaran upah minimum dilakukan sendiri-sendiri oleh tiap perusahaan ke disnaker kabupaten/kota. Bukan secara kolektif diorganisir oleh Apindo/Kadin," jelas Said.

Karena itu, Said menyatakan, KSPI bersama MPBI akan mempidanakan pengusaha yang tidak membayar atau menangguhkan UMP/K yang tidak memenuhi syarat.

"Kami akan aksi besar-besaran ke gubernur termasuk Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang mengabulkan penangguhan UMP 46 perusahaan," tutur Said.

Said juga meminta pada kepolisian, terutama Kapolda Metro Jaya, agar jajaran polresnya menindak oknum yang melakukan  tindak kekerasan dan mengancam aksi buruh.

"Polisi seharusnya tidak membiarkan mereka membawa senjata tajam. Jika aksi buruh dihadang dengan cara seperti itu, maka demokrasi dan hak menyampaikan pendapat dimuka umum akan terancam pula," kata Said.


Reporter : Fenny Melisa
Redaktur : Hazliansyah
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...