Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi Bilang Proyek MRT belum Ada Titik Temu

Selasa, 08 Januari 2013, 17:16 WIB
Komentar : 0
jakarta.go.id
MRT DKI Jakarta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BALAI KOTA -- Pembangunan kereta bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) belum menemukan titik temu. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk membahas beban sharing antara pemerintah pusat dan daerah.

''Harusnya Jumat (4/1) lalu. Tapi, sampai sekarang ini belum (rapat),'' kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/1).

Jokowi mengatakan ke depan proyek MRT akan dibuka secara transparan. Diantaranya meliputi biaya maupun perhitungan tiket. Pembiayaan proyek monorel juga akan buka secara transparan. 

Waktu pembangunan kedua proyek transportasi itu dimulai juga akan dibuka secara umum. Sementara itu, dalam pengajuan berikutnya beban investasi antara pusat dan daerah yang mulanya 70:30 telah diubah menjadi 60:40. ''Tunggu sajalah,'' kata Jokowi.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua mengatakan mengerti jika pengambilan keputusan terhadap MRT membutuhkan kehati-hatian dan waktu. Namun, menurutnya jangan sampai mengulur waktu sampai terkatung-katung. Sebab, lebih banyak energi, waktu, dan bahan bakar yang keluar jika kemacetan tidak bisa teratasi.

Menurutnya, MRT seharusnya sudah dijalankan sejak 2012. Tapi, terkendala pergantian gubernur. Sementara gubernur Joko Widodo saat ini masih berkeberatan tanda tangan karena pertanggungjawaban dana subsidi dan sebagai jaminan adalah gubernur bukan PT MRT.

Reporter : Rina Tri Handayani
Redaktur : Citra Listya Rini
1.368 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...