Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi Jadi Mediator Kisruh Kemenkes Vs Warga Hang Jebat,

Sabtu, 29 Desember 2012, 16:46 WIB
Komentar : 0
IST
Gubernur DKI Jakarta, Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, KEBAYORAN BARU -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mendatangi warga Hang Jebat, Jakarta Selatan yang terancam tergusur oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes). 

“Jadi ini dimengerti dulu status hukum kemudian sejarahnya,” kata Jokowi di Jakarta, Sabtu (29/12).

Jokowi mengatakan siap melakukan mediasi bersama walikota supaya sambung. Namun, meski menerima keluhan warga, menurut Jokowi harus melihat berkas terlebih dahulu dari kedua belah pihak. 

Berkas tersebut baik dari masyarakat maupun Kementerian Kesehatan agar dapat dimengerti semuanya. Jokowi mengaku jika sudah memperoleh data-data lengkap akan bertemu dengan pihak Kemenkes.

Menurutnya, untuk menyelesaikan permasalahan pihaknya tinggal menunggu berkas setelah pengecekan kondisi lapangannya. Misalnya, sejarah tanah, kemungkinan girik, PBB, dan pegangan dari Kemenkes. “Kalau belum mengerti, masa disuruh langsung menyelesaikan,” kata dia. 

Jokowi mengaku akan menghubungi kemenkes melalui telepon Rabu (2/1) mendatang. Kasus seperti di Hang Jebat ini juga terjadi di tempat lain, seperti Kampung Sawah, Taman Sari, dan beberapa titik kasus yang lain. 

Sebelumnya, Jumat (28/12) puluhan warga Hang Jebat, RT 01, RT 04, RT 05 di wilayah RW 08 Kelurahan Gunung Kebayoran Baru melakukan aksi unjuk rasa ke Balaikota. Aksi tersebut menuntut agar Jokowi mencegah penggusuran dari pihak Kementerian Kesehatan.

Ketua RT 05 RW 08 Dirwantoro mengatakan tanah mereka tempati dulunya berupa rawa. Menurutnya, status tanah tersebut tidak ada. Namun, terdapat pajak bumi dan bangunan dan bersertifikat tahun 1998. 

 

Reporter : Rina Tri Handayani
Redaktur : Citra Listya Rini
2.952 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...