Senin , 24 Desember 2012, 16:20 WIB

MUI Tangerang Haramkan Ucapan Selamat Natal

Rep: Wahyu Syahputra/ Red: Djibril Muhammad
kemenag.go.id
Logo MUI
Logo MUI

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG - MUI Tangerang Selatan melalui Sekertarisnya Abdul Rajak mengharamkan umat Muslim mengucapkan selamat natal ke umat nasrani yang akan merayakan natal.

"Hal ini mengacu pada keputusan MUI pusat tahun 1981 yang waktu itu di pimpin oleh Buya HAMKA. Itu sama saja mengakui konsep Trinitas umat kristiani yang jelas-jelas ditentang dalam Al-Quran," kata Rajak kepada Republika ketika dihubungi, Senin (24/12).

Rajak melanjutkan, keputusan tersebut belum dicabut oleh MUI pusat, jadi kita merujuk ke sana. Lagipula banyak cara untuk menghormati hari raya natal. "Seperti mengunjungi, ikut berbahagia, dan menjaga keamanan hari natal," ujarnya. 

Rajak juga merespon statemen dari Menteri Agama bahwa mengucapkan selamat natal itu tidak ada masalah. Menurutnya, kalau sekadar mengucapkan saja itu tidak masalah, seandainya tidak ada pengakuan atau memercayai, yang ditakutkan adalah mengakui kebenaran trinitas.

"Tapi MUI Tangsel tetap berpegang pada fatwa haram mengucapkan selamat natal menurut keputusan tahun 1981," tegasnya

Ketua MUI Kota Tangerang Edi Junaedi Nawawi mengatakan, itu hanya soal etika saja, Menteri Agama harus merangkul semua agama. "Yah, asal jangan akidahnya berubah saja," kata dia. 

Dirinya menambahkan, MUI adalah representasi Muslim, jadi kita tetap berpegang teguh terhadap Islam yang mengharamkan ucapan selamat natal. "Natal itu kan ritual, nggak mungkin kita juga ikut-ikutan ritual mereka, kita cuma mengucapkan selamat tahun baru saja, karena itu kan keseluruhan," imbuhnya.