Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Walah, Jokowi Sebabkan Sembilan Pengendara Kena Tilang

Selasa, 18 Desember 2012, 15:17 WIB
Komentar : 0
Tilang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Instruksi yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) bagi para pengendara yang memasuki jalur sepeda ternyata bukan gertak sambal semata. Hari ini, Selasa (18/12) siang, sebanyak sembilan pengendara sepeda motor di wilayah Jakarta Timur kena tilang polisi.

Para pelanggar itu terkena sanksi ketika masuk jalur sepeda Kanal Banjir Timur (KBT) di daerah Duren Sawit. Sepanjang 6,7 Kilometer jalur khusus sepeda dan pejalan kaki ini haram untuk dimasuki kendaraan lainnya.

Kanit Patroli Polres Jakarta Timur AKP Bustanudin mengatakan, Sembilan motor itu mendapatkan sanksi tilang teguran dari aparat kepolisian. "Mereka kebanyakan masuk dari //traffic light// ke jalur sepeda menuju Jalan Swadaya, Duren Sawit," kata dia kepada Republika.

Pelanggaran yang mereka lakukan, kata Bustanudin, mayoritas beralasan sedang buru-buru berangkat kerja. Walaupun sedang terburu-buru tidak lantas mereka bisa menggunakan jalur yang bukan hak mereka.

Jalur sepeda KBT, kata dia, akan selalu diawasi oleh polisi sampai kesadaran masyarakat untuk menaati peraturan meningkat. Setelah itu aparat hanya melakukan pemantauan, bukan penertiban seperti sekarang.

Bustanudin mengimbau agar para pengendara menggunakan jalurnya masing-masing. Keegoisan pengendara lain, akan menyebabkan celaka dan merugikan orang lain.

Kasudin Dishub Jakarta Timur Mirza Ariyadi mengatakan, menurut UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan keputusan Gubernur nomor 896 tahun 2012 tentang penetapan jalur sepeda di DKI Jakarta pihak berwajib berhak untuk melakukan penindakan.

Pesepeda, kata Mirza, walaupun masih minim juga memiliki hak dalam berlalu lintas dengan nyaman. Dengan hadirnya jalur sepeda bukan berarti sepeda mengambil jalur lain. Jalur tersebut memang sudah dipersiapkan secara khusus mulai dari pertama.

"Jalur sepeda KBT memang sudah dipersiapkan dari saat pembebasan lahan," ujar Mirzad.

 

Reporter : Aldian Wahyu Ramadhan
Redaktur : Citra Listya Rini
3.202 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  tomo Selasa, 18 Desember 2012, 16:08
memang pemimpin sudah seharusnya memiliki sifat seperti ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda