Kamis, 14 Syawwal 1436 / 30 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Pasar DKI: Penjual Daging Haram dan Halal Dipisah

Senin, 17 Desember 2012, 21:53 WIB
Komentar : 1
Reuters
Pedagang daging babi/Ilustrasi
Pedagang daging babi/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ada mekanisme khusus untuk menjual daging babi di pasar yang dinaungi PD Pasar Jaya. Seluruh penjual daging haram ditempatkan terpisah dengan penjual daging halal.
 
Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, penjual daging haram dan halal memiliki wilayah terpisah dalam menjajakan dagangannya. Namun, pengawasan mengenai mekanisme di lapangan adalah wewenang dinas perdagangan.
 
Isu daging oplosan babi hutan (celeng) merebak ketika seorang penjual bakso tertangkap basah mencampur dagingnya dengan daging haram tersebut di lingkungan Pasar Cipete, Jakarta Selatan. Setelah itu, seperti efek domino, satu persatu penjual culas itu mulai tercium aparat.
 
Beberapa pasar yang penjualnya tertangkap basah menjual daging celeng, bukanlah berada di pasar naungan PD Pasar Jaya. “Itu bukan jualan di Pasar Cipete, tetapi di kaki limanya,” ujar dia kepada //Republika// Senin (17/12) malam.
 
Media, kata Djangga, harus jelas dalam memberitakan kasus daging celeng tersebut. Penyebutan tempat harus lebih detail dan spesifik. Ketika media menyebutnya tertangkap di Pasar Cipete, PD Pasar Jaya juga ikut kena batunya.
 
Dia mengimbau kepada konsumen untuk membeli daging ke penjual-penjual yang sah dan legal. “Jangan sembarangan membeli di pinggir jalan,” ujarnya.

Reporter : Aldian Wahyu Ramadhan
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar