Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kampanye Pilkada Bekasi Abaikan Lalu Lintas

Wednesday, 12 December 2012, 12:03 WIB
Komentar : 0
Antara/Jafkhairi
Kampanye pilkada di Jabar (ilustrasi).
Kampanye pilkada di Jabar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI TIMUR -- Pelanggaran lalu lintas sering terjadi pada masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi.

Meski demikian, jajaran Polresta Bekasi enggan memberi tindakan tegas. Polisi hanya menegur para pelanggar lalu lintas tanpa ditilang.

Humas Polresta Bekasi, Ipda Evi Fatna menyatakan, selama masa kampanye Pilkada Kota Bekasi banyak terjadi pelanggaran ringan, khususnya pelanggaran tertib lalu lintas.

Pelanggaran ringan yang terjadi paling banyak adalah tidak mengenakan helm. Namun tindakan langsung hanya masih berupa peneguran.

"Jajaran kami lebih memprioritaskan kelancaran lalu lintas terlebih dahulu. Apalagi kampanye yang melibatkan iring-iringan kendaraan. Jangan sampa ada penumpukan kendaraan," ujar Ipda Evi Fatna kepada Republika, Rabu (12/12).

Namun Evi menjelaskan, pelanggaran berat seperti tidak adanya surat-surat kendaraan tetap ditindak tegas. Tindakan tersebut berupa penerbitan surat tilang.  

Masa kampanye Pilkada Kota Bekasi  resmi berakhir hari ini, Rabu (12/12). Rencananya, penutupan masa kmpanye ditandai dengan doa bersama di balai patriot, kantor walikota bekasi.

Tahapan Pilkada Kota Bekasi akan memasuki masa tenang, yaitu 13-15 Desember. Untuk itu, Evi pun menyatakan seluruh jajaran Polres sudah bersiaga.

"Kami akan terus berpatroli, meski sudah tidak ada pengumpulan massa  dalam jumlah besar. Patroli justru akan kami tingkatkan terutama di daerah-daerah pusat pendukung," tutur Evi.

 

 

Reporter : Reja Irfa Widodo
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...