Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Proyek Fly Over Bulak Kapal Mundur Hingga 2015

Rabu, 05 Desember 2012, 14:51 WIB
Komentar : 0
pu.go.id
Lalu Lintas

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI TIMUR – Pembebasan lahan bakal pembangunan jalan layang dan underpass Bulak Kapal, Margahayu, Bekasi Timur, Jawa Barat terhambat. Proyek pun diperkirakan mundur hingga tahun 2015 mendatang.

 

“Melihat kondisi saat ini, sepertinya lahan belum bisa bebas 100 persen. Namun, Pemerintah Kota berniat mendorong supaya lahan itu bisa secepatnya bebas. Karena itu, kami pun mendorong agar pelelangan bisa dipercepat,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum, Masrianto, Rabu (5/12).

Berdasarkan hasil rapat dengan Pemerintah Kota Bekasi, kemungkinan lahan baru bisa sepenuhnya bebas pada dua sampai tiga tahun mendatang, atau sekitar 2015. Hal ini dikarenakan besarnya jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk bisa  membebaskan lahan seluas 3,5 hektar, yaitu sebesar Rp 100 miliar.

“Rasanya berat bagi Pemerintah Pusat untuk bisa membantu pendanaan pembebasan lahan, karena kita sudah membantu anggaran fisik, kan pendanaan secara nasional juga perlu efisiensi,” tuturnya.

Rencananya, pelelangan proyek ini akan dilakukan secara bertahap. Alokasi anggaran yang sudah dimasukkan Kementerian Pekerjaan Umum dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2013 sebesar Rp 20 miliar. “Diperkirakan anggaran tersebut akan digunakan untuk pembayaran uang muka proyek underpassnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Reporter : Reja Irfa Widodo
Redaktur : Indah Wulandari
917 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda