Jumat, 3 Zulqaidah 1435 / 29 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga Tuntut Normalisasi Kali Pesanggrahan Dipercepat

Minggu, 02 Desember 2012, 19:48 WIB
Komentar : 0
Republika/Rachmawati
Normalisasi Sungai Pesanggrahan
Normalisasi Sungai Pesanggrahan

REPUBLIKA.CO.ID, PESANGGRAHAN – Warga yang tinggal di sepanjang Kali Pesanggrahan berharap normalisasi dipercepat. Proyek normalisasi yang berhenti di tengah jalan membuat warga Ulujami, Pesanggrahan terkena banjir.

“Air terus mengalir dari atas, normalisasi belum selesai jadi seperti dibendung. Banjir kiriman meluap ke rumah warga,” ujar Ketua RT 07 RW 07 Ulujami Marzuki, Ahad (2/12).
 
Marzuki mengatakan warganya tidak menuntut uang tapi proyek segera dijalankan agar tidak banjir. Menurutnya, normalisasi Kali Pesanggrahan yang baru dikerjakan di Ulujami baru sepanjang 500 meter.

Lahan yang baru dikerjakan tersebut merupakan lahan milik Pemda DKI Jakarta. Sementara, proyek berhenti karena bersinggungan dengan lahan milik masyarakat yang menunggu ganti rugi.
 
Menurut Marzuki di wilayahnya ada tujuh kepala keluarga yang terkena pembebasan dengan luas total sekitar 6.000 meter persegi atau sepanjang dua kilometer.

Marzuki mengaku warganya tidak masalah dengan harga sesuai NJOP yang ditawarkan pemerintah karena berupa lahan kosong. Menurutnya, masyarakat mengalah demi kepentingan bersama untuk mengatasi banjir.

“Paling pemerintah hanya mengeluarkan sekitar Rp 9 miliar untuk Ulujami, ” kata dia,
 
Selain itu, dia mengatakan Sabtu kemarin (1/12), Ulujami terkena banjir. Air meluap hampir tiga meter dan menggenangi rumah warga dan Sekolah Dasar Negeri 05 Pagi Ulujami. bekas banjir berupa lumpur masih tampak dibeberapa tempat.

Bahkan beberapa warga masih membersihkan rumah mereka dari luapan Kali Pesanggrahan akibat banjir kiriman dari Bogor tersebut.

Reporter : Rina Tri Handayani
Redaktur : Hafidz Muftisany
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar