Saturday, 12 Sya'ban 1436 / 30 May 2015
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi: Buat Beli Televisi, Kartu Pintar Dicabut

Saturday, 01 December 2012, 13:46 WIB
Komentar : 0
ANTARA
eluruh perwakilan siswa SMK dan SMA Jakarta Utara menunjukan Kartu Jakarta Pintar seusai peluncuran oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/12).
eluruh perwakilan siswa SMK dan SMA Jakarta Utara menunjukan Kartu Jakarta Pintar seusai peluncuran oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo resmi meluncurkan Kartu Jakarta  Pintar hari ini. Dengan memiliki kartu ini, tiap siswa akan mendapat bantuan Rp 240 ribu tiap bulannya.

"Saldonya masuk tiap tanggal 1," kata Jokowi usai membagikan KJP di SMA Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/12). Hanya saja, tidak semua siswa berhak mendapat suntikan dana ini.

Pemprov DKI hanya memberikan bantuan pendidikan ini pada siswa yang tidak mampu. Hingga akhir tahun ini, Pemprov DKI akan membagikan 10 ribu KJP untuk siswa tingkat SMA dan SMK.

Dana yang dianggarkan sebesar Rp 37 miliar. "Kebanyakan sekolah swasta," imbuh Jokowi.

Ke depannya, Pemprov DKI melakukan kajian untuk memberikan suntikan dana serupa untuk siswa tingkat SMP dan SD.  Untuk tingkat SMP, direncanakan sebesar Rp 210 ribu, dan SD sebesar Rp 180 ribu.

Jokowi menegaskan, dana tersebut untuk menunjang pendidikan. Siswa boleh menggunakannya untuk keperluan pribadi yang berkaitan dengan pendidikan seperti sepatu untuk sekolah, buku, dan sebagainya.

"Jangan untuk beli yang lain. Kalau buat beli televisi nanti kartunya saya cabut," pungkasnya.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MPR Titipkan Empat Pilar Kebangsaan Kepada Ulama
JAKARTA -- Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Mahyudin coba menitipkan empat pilar kebangsaan kepada para ulama. Hal tersebut Ia lakukan dalam...