Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sarana Transportasi Picu Kelangkaan Daging Sapi

Monday, 26 November 2012, 23:11 WIB
Komentar : 2
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa (20/12). (Republika/Wihdan Hidayat)
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa (20/12). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kelangkaan daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akibat minimnya sarana transportasi pada proses pengiriman sapi.

"Kelangkaan daging sapi di Jabodetabek disebabkan masalah distribusi dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, stok sapi di NTB mencapai 1.000 ekor, namun pemerintah belum mempunyai alat transportasi yang dapat mengangkut sapi dalam jumlah yang besar," kata Deputy Chief Statistican For Production Statistics Badan Pusat Statistik (BPS), Adi Lumaksono, di Jakarta, Senin.

Kapal yang dimiliki TNI, menurut Adi, maksimum hanya mampu mengangkut 100 ekor sapi dan membutuhkan biaya yang besar.

"Jika pengiriman sapi dilakukan dari NTB, membutuhkan biaya lebih dari Rp10 juta. Hal tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar," paparnya.

Sedangkan peternak sapi di Jawa Barat, lanjut Adi, tidak mau menjual sapi sehingga harga daging di pasar Jabodetabek terus melambung.

"Sebenarnya, peternak sapi bakalan di Jawa Barat bisa memasok 1.000 sapi per hari, namun mereka tidak mampu untuk membeli lagi sapi bakalan karena harganya sangat tinggi," ujarnya.

Adi berharap pemerintah dapat meningkatkan program impor sapi dari Australia dengan bibit yang unggul.

"Sampai saat ini, impor sapi dari Australia dengan bibit yang memiliki kualitas tinggi masih belum terlaksana. Jika pemerintah memberikan bantuan bibit sapi dari Australia kepada peternak, maka pasokan daging sapi bisa dipenuhi," ujarnya.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...