Senin, 30 Safar 1436 / 22 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sarana Transportasi Picu Kelangkaan Daging Sapi

Senin, 26 November 2012, 23:11 WIB
Komentar : 2
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa (20/12). (Republika/Wihdan Hidayat)
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa (20/12). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kelangkaan daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akibat minimnya sarana transportasi pada proses pengiriman sapi.

"Kelangkaan daging sapi di Jabodetabek disebabkan masalah distribusi dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, stok sapi di NTB mencapai 1.000 ekor, namun pemerintah belum mempunyai alat transportasi yang dapat mengangkut sapi dalam jumlah yang besar," kata Deputy Chief Statistican For Production Statistics Badan Pusat Statistik (BPS), Adi Lumaksono, di Jakarta, Senin.

Kapal yang dimiliki TNI, menurut Adi, maksimum hanya mampu mengangkut 100 ekor sapi dan membutuhkan biaya yang besar.

"Jika pengiriman sapi dilakukan dari NTB, membutuhkan biaya lebih dari Rp10 juta. Hal tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar," paparnya.

Sedangkan peternak sapi di Jawa Barat, lanjut Adi, tidak mau menjual sapi sehingga harga daging di pasar Jabodetabek terus melambung.

"Sebenarnya, peternak sapi bakalan di Jawa Barat bisa memasok 1.000 sapi per hari, namun mereka tidak mampu untuk membeli lagi sapi bakalan karena harganya sangat tinggi," ujarnya.

Adi berharap pemerintah dapat meningkatkan program impor sapi dari Australia dengan bibit yang unggul.

"Sampai saat ini, impor sapi dari Australia dengan bibit yang memiliki kualitas tinggi masih belum terlaksana. Jika pemerintah memberikan bantuan bibit sapi dari Australia kepada peternak, maka pasokan daging sapi bisa dipenuhi," ujarnya.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...