Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kartu Jakarta Sehat Jokowi Kelanjutan Program Foke

Jumat, 16 November 2012, 20:31 WIB
Komentar : 0
Seorang nenek warga Marunda, Jakarta Utara menunjukkan kartu Jakarta Sehat, yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Senin (12/11). (Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang baru saja diluncurkan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) pada 10 November kemarin dianggap bukan suatu hal yang baru. KJS dipandang sebagai kelanjutan program pelayanan kesehatan gratis bagi warga Jakarta yang sebelumnya telah digagas mantan Gubernur DKI, Fauzi Bowo alias Foke.

"Kartu Jakarta Sehat itu adalah produk lama, tapi kemasannya baru. Nggak ada yang berubah, sama seperti Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dilakukan Fauzi Bowo," kata Ashraf Ali, anggota Komisi E, DPRD DKI Jakarta, saat dihubungi Republika, Jumat (16/11).

Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, lanjut Ashraf, kepada DPRD DKI menjelaskan prinsip dan sistem pelaksanaan KJS sama dengan Jamkesda. Tetapi, pemerintahan Jokowi-Basuki, menggunakan istilah yang baru. Serta menjanjikan untuk mempertajam pendataan penerima kartu sehat tersebut.

"Jadi yang mau diunggulkan itu adalah penajaman data penerimanya. Jokowi menargetkan, 4,7 juta warga akan menikmati layanan KJS," ujar Ashraf.

Ashraf mengungkapkan, peluncuran perdana KJS kepada 3 ribu warga yang telah dilakukan Jokowi, masih menggunakan anggaran 2012. Artinya, masih memakai anggaran dari pemerintah yang lama. Begitupun data yang digunakan, masih bergantung pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga, menurut dia, dikhawatirkan masih ada warga yang harusnya tidak menerima, tetapi mendapatkan KJS.

"Kemarin saya dapatkan laporan. Ada warga yang sangat kaya, tapi dia dapat KJS. Ini baru 3.000 yang dibagiin, gimana kalau sudah 4,7 juta. Akan semakin banyak orang kaya yang dapat," katanya.

Karena itu, Ashraf mengharapkan Jokowi menginstruksikan kepada bawahannya, yakni Dinas Kesehatan untuk meneliti kembali data penerima KJS. Walaupun, Jokowi pernah mengeluarkan pernyataan orang kaya boleh mendapatkan KJS, kalau tidak mempunyai rasa malu.

"Saya rasa pernyataannya kurang tepat. Bukan masalah malu atau tidak malu, tapi bagaimana memastikan penerima kartu memang orang yang berhak," papar politikus Partai Golkar itu.

Meskipun begitu, dia menegaskan, DPRD DKI akan mendukung upaya pemerintah selama memang dibutuhkan bagi rakyat. 

Dewan juga mendorong agar Jokowi segera memasukkan asumsi anggaran untuk realisasi KJS dalam RAPBD 2013. Pada 2012 ini, menurutnya anggaran untuk pelayanan kesehatan gratis mencapai Rp 1,1 triliun.

Sementara itu, anggota Komisi E, dari Fraksi Partai Demokrat Ditian Corrisa, menolak memberikan komentar mengenai program unggulan Jokowi itu. Menurutnya, ia bersama anggota Fraksi Demokrat lainnya tidak akan memberikan tanggapan sebelum program KJS berlangsung selama 30 hari. 

"Nanti setelah 30 hari, kami dari Fraksi Demokrat akan evaluasi tentang Kartu Sehat. Kalau sekarang belum bisa komentar," ungkapnya. 

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Djibril Muhammad
5.082 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  dutarakyat Senin, 19 November 2012, 18:57
Bangsa indonesia mmang aneh..apabila ada pemimpin yang bukan partai penguasa yg program merhatiin rakyat lgsg aja merhatikan biaya.tp kl buat untuk korupsi diam saja kayak sapi di cucuk hidungnya..
  yatnoto Senin, 19 November 2012, 14:34
Jangan salahkan yg buat program klu ada orang kaya yang menerima KJS jangan-2 mereka ini orang GOLKAR yg ingin membuat citra bahwa program KJS gagal
  lolly_abstain Senin, 19 November 2012, 00:02
dodo si asraf ini...gak bisa bedain mana janji mana bukti...
  otong Minggu, 18 November 2012, 17:05
orang kaya juga berhak dong, mereka kan bayar pajak lebih besar dan jangan lupa, mereka juga warga jakarta.
  Mbah jenggot02 Minggu, 18 November 2012, 12:25
Ashraf >..ente Jadi manusia kok Asal Bacot... gak mutu tau!
Ente sendiri bisa apa jadi Wakil Rakyat??
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda