Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tiga Jurus Jokowi Atasi Kemacetan Jakarta

Selasa, 30 Oktober 2012, 21:32 WIB
Komentar : 2
IST
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

"Langkah pertama, yaitu budaya tertib lalu lintas. Maksudnya adalah mengubah perilaku masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (30/10).

Langkah kedua, lanjut Jokowi, yaitu membangun sarana transportasi massal yang laik, memadai dan nyaman. Sehingga banyak warga yang memanfaatkannya.

"Membangun sarana transportasi masal yang laik, memadai serta nyaman itu. Misalnya Mass Rapid Transit (MRT), monorel dan busway," ujar Jokowi.

Jurus ketiga, sambung Jokowi, yakni menyusun kebijakan-kebijakan yang dapat mengatasi masalah kemacetan tersebut, seperti pajak parkir yang tinggi. "Selain pajak parkir yang tinggi, masih ada kebijakan lain yang perlu disusun guna menyelesaikan masalah kemacetan, seperti pajak pembelian mobil yang tinggi serta kebijakan tentang IRTI," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus berusaha menyelesaikan masalah kemacetan yang sampai saat ini masih mewarnai kondisi jalanan di ibukota. Pemprov DKI berencana membangun MRT dan monorel untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Namun hingga saat ini, proyek tersebut belum dapat direalisasikan karena Pemprov DKI masih mendengarkan presentasi dari berbagai pihak dan melakukan sejumlah penghitungan biaya.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar