Minggu, 29 Safar 1436 / 21 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polda Apresiasi Rencana Jokowi Ganti Metro Mini

Senin, 22 Oktober 2012, 18:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi.W
Warga menggunakan jasa Metromini di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/10). Tidak adanya badan hukum Metromini yang dikelola secara perorangan, membuat izin trayek angkutan umum tersebut terancam dicabut Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Warga menggunakan jasa Metromini di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/10). Tidak adanya badan hukum Metromini yang dikelola secara perorangan, membuat izin trayek angkutan umum tersebut terancam dicabut Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya menyambut baik dan siap bekerjasama sepenuhnya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi masalah lalu lintas di Jakarta. Salah satunya, Polda mendukung rencana Jokowi mengganti armada Metro Mini yang sudah tidak layak beroperasi.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Sujarno menyatakan kepolisian menyambut baik bantuan dari Pemprov DKI Jakarta, guna mengatasi kemacetan lalu lintas.

Brigjen Sujarno menambahkan, dalam kunjungan Jokowi ke Markas Polda Metro Jaya, Senin (22/10), pimpinan Polda Metro memberikan masukan terhadap solusi untuk mengatasi kemacetan, termasuk penyediaan transportasi massal busway.

"Kita bicarakan juga kondisi separator dan perlunya sterilisasi jalur busway," ungkap Sujarno.

Polda Metro Jaya juga menyambut baik rencana Jokowi yang akan meremajakan armada Metro Mini yang banyak tidak layak beroperasi.

Sebelumnya, banyaknya Kopaja dan Metromini 'bodong' di Jakarta membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa gerah. Karena itu, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berencana menghilangkan Kopaja dan Metromini.

Pihaknya akan mengganti Kopaja dan Metromini dengan bus baru. Pergantian bus dilakukan melalui sistem hibah.

"Penggantian ini bisa saja diimplementasikan dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang kini sudah berjalan," kata Wagub Basuki Tjahaja

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...